Publikasi

  • 22 Jul 2020

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrohim...

Berdasarkan hasil Seleksi Berkas Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma periode 2020/2021, maka kami mengumumkan 56 nama yang lanjut ke tahap Seleksi Wawancara 1:

1. ABDUL IMRON (1EB13)
2. ABDULLAH FADHLURRAHMAN MAHFUZH (1KA04)
3. ABIGHEL APNAN CAMILA (1EB03)
4. AFIFAH RIZKI ADILIA (2EA21)
5. AHMAD MUZAKI (1IB01)
6. AHMAD ZIKRY FADILLAH (1EB07)
7. ALIFIYA RISQI HABIBAH (1EB10)
8. ALLYSA FATMA INDRIANI (1EB03)
9. AMALIA ANJANI (1EC01)
10. ANDENA PUTRI MAULIDA (1PA22)
11. ANDIENA CASSY CANDRAKIRANA (1DD02)
12. ANDINI DWI JULIANTI (2EB03)
13. ANNISA (1SC01)
14. ARIZKA YULIA CITRA (2TB05)
15. ASIH KARSINIH (1EC01)
16. ATIKAH LESTARI ENDRAWATI (1ID02)
17. AURELIA ZAHRA SALSABILA (1EB03)
18. AZIZAH DINA SULARSIH (2EA19)
19. BUNGA CANTIKA (1EB07)
20. DESTI PUTRI AFIFAH (1EB15)
21. DEVI SYELI FITRIANI (1EB10)
22. DIEN SILMI MAULIDYAH (2KA18)
23. DINDA MEGA UTAMI (1EA09)
24. DIYAN ANIQA AINAIYA (1EB07)
25. DZIKRINA NURIL IMANI (1EB09)
26. FAHIRA ZAHIRA IDHAM (1EA06)
27. FATIMAH AZ ZAHRA (1PA16)
28. FIDA HANIFAH (1EC01)
29. HAFIDZ HABIBULLAH (1EB10)
30. HASNA BASALMA ALAYDA (1EA20)
31. ILYAS IBNU THORIQ (1EC01)
32. KAMELIA RIHADATUL AIIS (1DF02)
33. KIKI MULIAWATI (1DF02)
34. MOHAMMED KEVIN ALTALARIK (1ID04)
35. MUHAMMAD AINUL YAQIEN (1EA06)
36. MUJAKIR (1EC01)
37. NABILA PUTRI KARINDA (1EB06)
38. NABILAH TASHA ZHAFIRAH (1EB07)
39. NASIEM GAHTAN DEGEL (1MA06)
40. NOURMALITA ANWAR (1MA07)
41. PUSPA UTARI AYUDIA (1EB03)
42. PUTRI MAULIDA (2EB03)
43. PUTRI OKTAVIA RUSADI (1EC01)
44. RAHMA AMELIA PUTRI (1EB07)
45. RAISA PUTRI HIMZANAH (1KA04)
46. RIEFQI AZHAR ALMAN FALUTHI (1TB05)
47. RIKKARDO L.TOBING (1DC02)
48. RISQIANI KHOIRINISA (1EA25)
49. RIZKI DINDA AMELIA (2SC01)
50. SILVI DEWI TWIGYASARI (1EB18)
51. SYIFANI ANISA IRAWAN (1EB15)
52. TIA DAMAYANTI (1PA22)
53. TIKA MAHARANI PUTRI (1EB10)
54. YOSVANI (1DF02)
55. YOVI TAMALA SARI (2EB05)
56. ZAENAL ARIFIN (1EC01)

Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2020/2021 telah berhasil memasuki tahap Seleksi Wawancara 1.

Calon Pengurus Muda SEF 2020/2021 yang dinyatakan lolos DIWAJIBKAN untuk dapat hadir pada Seleksi Wawancara 1 yang akan diselenggarakan secara virtual pada:

Hari, Tanggal: Ahad, 26 Juli 2020
Pukul: 09.00 s.d. 15.00 WIB
Dresscode: Pakaian Praktikum
Media Virtual: Google Meet

Note:
Link dan jadwal akan diberikan oleh Panitia.

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Let's be part of our family and create the bright future with us!

Jazaakumullahu Khayraan,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Our Social Media:⁣⁣⁣⁣
- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF⁣⁣⁣⁣
- Fb, YouTube & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma⁣⁣⁣⁣

  • 29 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

WE'RE HIRING

Halo Mahasiswa Hebat!⁣⁣⁣

Pernah merasa gak kalau belajar di kelas aja gak bisa buat kamu explore pengalaman? Terus sekarang kamu sadar dan ingin lebih kontributif serta bermanfaat untuk masyarakat? Tapi merasa insecure karena kemampuan diri sendiri yang masih minim?⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Jika kamu merasa demikian, ada kabar baik loh! Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment SEF Calon Pengurus Muda 2020/2021.⁣⁣⁣

Networking? Collaboration? Knowledge? Adaptive and New Experience?⁣⁣⁣

You Will Get It All at SEF!⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Kesempatan ini terbuka lebar untuk kamu mahasiswa tingkat 1 dan 2 Universitas Gunadarma yang ingin menjadi mahasiswa unggul dengan segudang manfaat.⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Persiapkan dirimu untuk menjadi bagian dari Sharia Economic Forum (SEF)!⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Daftarkan dirimu sekarang melalui link:⁣⁣⁣

sef.or.id/openrecruitment

Batas Pendaftaran sampai Sabtu, 11 Juli 2020 - Pukul 21.00 WIB⁣⁣⁣

⁣⁣⁣LET'S BE PART OF OUR FAMILY AND CREATE THE BRIGHT FUTURE WITH US!⁣⁣⁣

Our Social Media:⁣⁣⁣

- WhatsApp: 0857 1571 4157⁣⁣⁣

- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF⁣⁣⁣

- Fb, Youtube & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma⁣⁣⁣

- Website: www.shariaeconomicforum.org

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 23 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Artikel

“Kapan masa pandemi ini akan berakhir?”, merupakan sebuah pertanyaan yang bahkan para pakar, professor, maupun orang yang ahli dibidang science di dunia ini tidak bisa menjawab secara pasti. Banyak orang yang melakukan spekulasi, prediksi, menghitung dengan algoritma tertentu untuk memastikan bahwa kita benar-benar mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir. Ada yang mengatakan bahwa pandemi ini akan berakhir pada akhir Juli nanti, bahkan ada yang memperkirakan kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun. Dilansir dari laman liputan6.com, juru bicara penanganan Covid-19; Achmad Yurianto, mengatakan bahwa kita harus melaksanakan gaya hidup baru dalam menghadapi virus covid-19. Hal ini akan membuat kita mengalami the new normal; sebuah kehidupan yang tidak akan lagi sama. Dari cara belajar, berbelanja, berinteraksi, bahkan cara sebuah perusahaan menjalankan bisnis.

Dari pernyataan tersebut, kita memiliki 2 pilihan. Yang pertama adalah give up dan yang kedua adalah get up. Pada situasi dan kondisi seperti sekarang ini, tentu kita harus memilih untuk get up, jangan menjadi manusia yang kalah dengan keadaan. Pada masa pandemi ini, ada orang-orang yang mengambil peluang, dan ada pula orang yang tertimbun oleh masalah. Generasi kita adalah generasi yang sangat potensial untuk kemudian get up, yang mana akan menjadi sebuah peluang bagi kita untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan setelah pandemi ini berakhir jika dipersiapkan dari sekarang. Pandemi tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang, tetapi semua orang di dunia. Keputusan untuk bangkit berada di tangan kita masing-masing. Memutuskan untuk terus meratapi keadaan atau mulai mencari peluang dan berubah. Masa pandemi ini diibaratkan seperti roda balap F1, tentu didalam sebuah pertandingan speed menjadi suatu alat ukur. Akan tetapi, apabila tiap mobil tidak berhenti sejenak di pit stop, maka akan menyebabkan kerusakan pada mobil nya atau pembalap yang akan kelelahan, dan bisa juga kehabisan bahan bakar. Kehidupan pun demikian, dimana kita saling bersaing dan semua harus serba cepat. Kini Tuhan sedang memberikan kita waktu untuk berhenti sejenak di pit stop, tetapi berhentinya kita tetap harus produktif, seperti mobil yang diisi kembali bahan bakarnya di pit stop, sehingga ketika itu terjadi proses re-charge.

Banyak orang yang beranggapan bahwa produktif sama dengan sibuk. Semakin sibuk seseorang, maka semakin produktif orang tersebut. Padahal, hal tersebut tidaklah sama. Sibuk merupakan suatu kegiatan yang mendominasi waktu seseorang, dan mungkin keadaan tersebut juga menyebabkan ia tidak hanya mengerjakan satu aktivitas. Sedangkan produktif merupakan kemampuan yang sifatnya menghasilkan bahkan dengan jumlah besar dan mendatangkan manfaat. Kesibukan mampu membuat seseorang tidak bisa fokus pada satu pekerjaan atau biasa di sebut multitasking. Dilansir dari shiftindonesia.com, otak manusia hanya mampu fokus pada satu tugas tertentu. Penelitian dari University of Sussex menunjukkan bahwa multitasking dapat menghambat fungsi otak. Penelitian yang dilakukan oleh Stanford University juga menyebutkan bahwa multitasker memiliki tingkat fokus yang lebih rendah daripada orang yang fokus pada satu pekerjaan. 

“Mengapa kita perlu untuk tetap produktif di tengah pandemi?”, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak produktif di tengah wabah seperti sekarang, apalagi dengan alasan gerakan yang terbatas. Sebab jika tidak produktif, tentu kita akan membuang-buang waktu selama dirumah saja, kemudian akan membuat kita tidak bisa melihat kesempatan yang ada dan akan membuat kualitas hidup yang menurun karena kesulitan untuk tumbuh. Dengan produktif, kita bisa menghasilkan sesuatu lebih banyak, seperti kapasitas diri dan belajar. Kemudian kita dapat menangkap peluang. Dan ketika kondisi sudah kembali normal, kita bisa menghadapi perubahan dan kualitas hidup akan meningkat.

“Apa sih yang bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi produktif?”, terdapat 2 faktor yang dapat mempengaruhi seseorang, yaitu internal dan eksternal. Contoh pengaruh internal adalah fisik, psikis, bakat, usia, karakter, wawasan, motivasi, keahlian, perasaan, mindset, dan perilaku. Kita adalah pemilik dari faktor-faktor ini, maka kita memiliki pilihan untuk give up atau get up. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan hal yang berada di luar kendali kita. Contoh nya adalah lingkungan, pemimpin, bisnis, komunikasi, aturan, politik, keluarga, alam/musibah, dan budaya. Faktor internal yang bisa kita maksimalkan untuk mencapai sebuah goals adalah mindset. Karena mindset merupakan sebuah pondasi bagi setiap manusia. Jika mindset kita sudah benar, tentu akan mempengaruhi perilaku, perasaan, dan wawasan yang kita miliki. Sehingga ketika kita menggunakan mindset tersebut dengan benar, faktor eksternal tersebut tidak akan berpengaruh banyak kepada diri kita. “Maka mindset apa yang perlu saya tanamkan dalam diri agar tetap produktif?”, dilihat dari kondisi saat ini, banyak orang yang belum bertindak bukan karena tidak mengetahui caranya, melainkan tidak mau. Karena sesungguhnya akses di zaman sekarang cukup mudah bagi kita untuk terkoneksi dengan dunia luar meski kita sedang dalam keadaan lockdown. Mereka yang menemukan cara adalah mereka yang didahului oleh mindset yang tepat. Maka, mindset yang diperlukan adalah melihat kondisi saat ini sebagai kondisi normal yang baru. Kemudian fokus untuk menciptakan berbagai kemungkinan di masa depan dan melihat diri sendiri sebagai seorang pemenang. Karena pandemi tidak bisa kita jadikan sebagai hambatan, melainkan sebuah potensi atau kesempatan untuk terus tumbuh dan berkembang.

Penulis: Dian Ayu Safitri

Sumber:

  • 25 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berdasarkan hasil Seleksi Tes Tulis dan FGD Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Juni 2019. Maka, kami mengumumkan 52 nama yang lanjut ke tahap Seleksi Wawancara 1:

  1. Abdurrachman Wahid
  2. Abdurraafi Rasyid Ridho
  3. Adika Mukti Adzie
  4. Agiv Shafira Nuralya
  5. Ahmad Maulana
  6. Ahmad Rifaldy Mandaya
  7. Aisyah Indyani
  8. Amal Fazri Nur
  9. Amelinda Karlina
  10. Annisa Putri Purwariyono
  11. Aulia Fatirahma
  12. Aulia Puspa
  13. Azizah Dina Sularsih
  14. Belan Riad Adil
  15. Cindy Novita Aulia Putri
  16. Cyntia Cahya Safitri
  17. Dian Ayu Safitri
  18. Edwin Pija Yenra Purba
  19. Evita Septiovani Elsava
  20. Fitri Wulandari
  21. Fitria Putri Aprilia
  22. Gafar Ali Haji
  23. Harry Chandra Andi Irawan
  24. Indah Nur Afifi
  25. Intan Siti Hardiyanti Ismail
  26. Lia Mubarokah
  27. Maya Amellia Rosfitriani
  28. Moch Bagas Dwi Putra
  29. Mohamad Iqbal Ariz Rizki Maulana
  30. Muhamad Rizki Dwi Darmawan
  31. Muhammad Fajri
  32. Muhammad Hafizh Hanafi
  33. Muhammad Ihza Pramudya
  34. Muhammad Yahdi Ihsan
  35. Nadya Salsabila Haqqoni
  36. Nera Maulina
  37. Nita Wirianti
  38. Nur Fitri
  39. Nurfaidah Dara Rizki
  40. Nurul Rachmah
  41. Rahmat Bayu S.
  42. Rani Puspita Sari
  43. Riska Handayani
  44. Rizki Dinda Amelia
  45. Safira Vina Fathia
  46. Salma Tsaniatul Waldah Rifai
  47. Sarah Aulia Azzahra
  48. Shofi Shera Diva
  49. Tri Utami
  50. Utami Puji Lestari
  51. Wafa Luthfiyah A
  52. Zhirazzi Dimas Praseptyo

Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap Seleksi Wawancara 1.

Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020 yang dinyatakan lulus DIWAJIBKAN untuk dapat hadir pada Seleksi Wawancara 1 yang akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal      : Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul                  : 08.30 - 15.00 WIB

Tempat               : Sport Center Kampus H, Universitas Gunadarma

Dresscode         : Pakaian Praktikum

Peserta yang lolos ke tahap Wawancara 1 diwajibkan untuk memenuhi ketentuan berikut:

  1. Membawa fotocopy Sertifikat/Penghargaan yang pernah diraih
  2. Berpakaian praktikum
  3. Add, Like dan Follow semua akun media sosial SEF dengan cara mengirimkan bukti screenshotnya ke WA SEF:

WA: 0857 157 1417

Twitter/IG/@Line: @KSEI_SEF

FB/LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas perhatiannya,

Wassalamu’alaikum Warahatullahi Wabarakatuh.

  • 24 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Kuliah Umum

[UNDANGAN TERBUKA]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Industri halal dunia memasuki babak baru. Dalam satu tahun terakhir, teknologi blockchain kerap digunakan dalam berbagai lini industri, tidak terkecuali dalam industri halal. Big Data hingga blockchain telah dimanfaatkan dalam industri halal di beberapa negara.

Jika dikaitkan, Indonesia saat ini menjadi pasar menarik bagi industri halal global dengan jumlah penduduk muslimnya yang terbesar di dunia. Bahkan, sebenarnya dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi produsen industri halal nomor satu di dunia.

Lantas, bagaimana peran blockchain dalam memberikan dampak bagi industri halal? Apakah industri halal di Indonesia akan semakin maju dengan adanya blockchain ditengah-tengah masyarakat?

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan, KULIAH UMUM "Peran Blockchain dalam Mendorong Industri Halal"

InsyaAllah akan menghadirkan:
- Pembicara: Dadang Muljawan, Ph.D. (Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia)
- Hari, tanggal: Sabtu, 29 Juni 2019
- Waktu: 08.30–12.00 WIB
- Tempat: Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Jl Margonda Raya 100, Depok
- Fasilitas: Ilmu terupdate, E-Modul, dan Sertifikat

Yukk segera! 
Tunggu apa lagi? Dapatkan wawasan yang lebih luas bersama kami dan daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/kulum2019

Acara ini GRATIS! Dan terbuka untuk UMUM dengan Kuota TERBATAS!!

Narahubung: 
0821-1113-0583 (Laki-Laki)
0856-1237-292 (Perempuan)

Jangan lupa mengunjungi media sosial kami!
- FB: KSEI SEF Gunadarma
- Twitter: @KSEI_SEF
- Instagram: KSEI_SEF
- Line@: @KSEI_SEF

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

"Fintech, Dirangkul atau Dipukul?"
 

 Perkembangan financial technology (Fintechsyariah diawali dari masuknya teknologi dalam dunia perbankan. Namun perbankan tidak mampu mengejar kemajuan teknologi akhirnya mengakibatkan munculnya sebuah inovasi baru yaitu fintech.

Dengan banyaknya ide mengadopsi ajaran islam dalam teknologi keuangan, berdasarkan data Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), tercatat jumlah fintech ditahun 2018 sebanyak 41 perusahaan fintech Syariah dan diprediksi kedepannya akan terus bertambah karna cepatnya revolusi industry bahkan sudah sampai ke Era industry 4.0.

Kemunculan startup fintech syariah hadir sebagai solusi atas ketidakmampuan perbankan syariah memfasilitasi nasabah yang terintegrasi secara online.

Menurut Profesor Volker Nienhaus dilansir dari National Law Review Nienhaus memprediksi bahwa consumer banking syariah bisa terganggu dimasa depan karna banyaknya Platform fintech yang kaya akan syariah-compliant ditambah lagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi Fintech yaitu Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Artinya fintech dapat mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik secara online. Bahkan kerangka produk fintech sudah meluas ke ranah “Layanan Jual Beli/Kemitraan/Pembiayaan/Sewa Menyewa Syariah” Berbasis Teknologi Informasi.

Dengan begitu banyak Platform fintech Syariah ini dapat menggunakan berbagai akad yang biasa digunakan pada produk perbankan sebagai contoh akad murabahah yang dapat menjual barang halal dan menyetujui kedua belah pihak sehingga syariah compliance dapat diterima, selain itu fintech pun mengunakan akad Mudharabah dalam hal pendanaan dengan skema Investor (Shahibul Maal) menyetujui dan memberikan investasi modal pembiayaan Mudharabah kepada Pengelola (Mudharib) dengan menerapkan nisbah bagi hasil yang sudah disetujui.

Pada saat Investor menyepakati pemberian modal maka dana ditransfer melalui rekening titipan/escrow/virtual account, dan investor mengakuinya sebagai dana investasi Mudharabah, tentu Secara akad suatu Fintech tidak akan bertentangan dengan syariah sepanjang mengikuti prinsip prinsip syariahnya suatu akad, sebagai contoh Investree yang dapat menggandeng UKM (usaha kecil dan menengah) dalam hal pendanaan, Kapital Boost menggunakan akad Murabahah untuk jual beli produk, dan SyarQ yang merupakan salah satu platform cicilan tanpa kartu kredit yang termasuk fintech syariah dan siap berkompetisi dengan fintech lainnya pun dengan perbankan Syariah.

Berdasarkan data BPS, Indonesia merupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan populasi saat ini yaitu mencapai 262 juta orang dan berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat lebih dari 50 % atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017 dan menurut e-Marketer setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet tentu ini merupakan peluang yang besar dalam mengembangkan fintech tetapi berdasarkan data OJK market share perbankan syariah indonesia 2018 yaitu sebesar 5,89% tentu dengan adanya kehadiran fintech menjadi sebuah dilematis kedepanya karna pangsa pasar serta produk perbankan telah diambil alih oleh fintech, bisa jadi untuk kedepanya pangsa pasar pebangkan akan sulit menembus market share lebih jauh lagi jadi, seharusnya bagaimanakah dengan adanya fintech ini? Apakah harus dirangkul atau dipukul?

Kendati demikian menurut penulis bukan permasalahan fintech dan perbankan yang harus menjadi daya saing antar keduanya, tetapi peran keduanya tentu memiliki dampak yang baik untuk perkembangan arah ekonomi islam itu sendiri.

Jadi kehilangan pangsa pasar seharusnya bukan jadi sebuah ketakutan di negara yang menjadi salah satu jumlah muslim terbesar di dunia ini, tetapi bagaimana caranya kita dapat memanfaatkan potensi besar jumlah umat muslim pada negeri ini.

Akibatnya dengan adanya fintech Syariah dan perbankan tentu dapat bersama–sama memajukan dan mempercepat inklusi keuangan di Indonesia serta perbankan dapat senantiasa maju dan pun agar tidak tertinggal dari sisi perbankan sudah seharusnya semakin berinovasi dan cermat dalam menggunakan teknologi, serta dari sisi fintech sudah seharusnya memperbaiki dari sisi legalitas, tata kelola, pengauditan serta taat kepada pengawasan Syariahnya agar masyarakat semakin yakin dan melirik untuk menggunakan fintech Syariah ini.

Penulis: Rahmat Ramdani

  • 10 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"
Doha ~ Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani telah mengalokasikan dananya sebesar 480 juta dolar AS untuk rakyat Palestina di tepi Barat dan jalur Gaza. Bantuan ini mencerminkan ikatan persaudaraan negara-negara Arab dan agama antara rakyat Qatar dan Palestina. Hal tersebut ditujukan untuk membantu dan menjalin persaudaraan rakyat Palestina guna mendapatkan kebutuhan hidup mereka dalam keadaan sulit yang disebabkan oleh pasukan Israel dan penurunan dukungan kemanusiaan internasional yang diberikan kepada mereka.
Menurut PBB, ketidakmampuan ekonomi Palestina yang terus berlanjut dalam memenuhi kebutuhan akibat krisis dan tantangan selama beberapa tahun terakhir, mengakibatkan Palestina gagal untuk menyediakan layanan dan kebutuhan dasar rakyat di semua kelompok umur, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Masyarakat internasional harus bekerja sama dalam memberi dukungan bagi rakyat Palestina, yang saat ini berada di bawah ancaman pendudukan Israel, yang terus menerus mengakui kedaulatan wilayah Palestina, serta penyangkalan hak yang sah dari rakyat Palestina dan sumber daya mereka.
Negara Qatar telah mengalokasikan 300 juta dolar AS dalam bentuk dana hibah dan pinjaman guna mendukung anggaran kesehatan dan pendidikan otoritas Palestina, dan 180 juta dolar AS untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk program PBB di Palestina. Selain itu, Qatar juga mendukung layanan listrik untuk memastikan akses ke berbagai sektor di Palestina, terutama selama bulan Suci Ramadan. Listrik sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan musim panas.
Negara Qatar juga menyerukan masyarakat internasional dan semua komponennya untuk memenuhi tanggung jawab moral kemanusiaan, untuk membantu rakyat Palestina mengatasi krisis kemanusiaan yang mereka hadapi.
Qatar juga menegaskan kembali komitmennya untuk membantu persaudaraan rakyat Palestina dalam merebut hak mereka yang sah.

Sumber: Sharianews.com
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 12 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 secara resmi telah ditutup Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, Sabtu (11/11/2017) malam.

Acara yang sudah berlangsung selama 5 hari itu digelar di Exhibition Hall Grand City Convention Surabaya sejak 7 Nopember 2017.

Diselenggarakan Bank Indonesia dengan tujuan untuk mengakselerasi program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Dan pada penyelenggaraan yang keempat ini temanya “Fostering inclusive economic growth and improving resiliency through closer collaboration and coordination”.

Kegiatan ISEF terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Melalui Sharia Forum, ISEF berperan sebagai forum ilmiah yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata untuk mendukung berkembangnya ekonomi dan keuangan Indonesia yang adil, bertumbuh sepadan, dan berkesinambungan sesuai nilai-nilai syariah.

Sharia Forum terdiri atas berbagai kegiatan, yaitu International Seminar, Seminar Nasional, Public Lecture, Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop, dengan narasumber dari kalangan akademisi maupun praktisi, nasional dan internasional yang sangat mumpuni di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Kegiatan sharia forum ini dihadiri 4.761 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sedangkan Sharia Fair juga digelar dengan tujuan sebagai forum komunikasi, edukasi, dan promosi program/kebijakan/produk berbagai lembaga dan entitas bisnis melalui pameran industri kreatif, talkshow, hiburan, perlombaan dan pelatihan/edukasi untuk mendorong akselerasi implementasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Suksesnya penyelenggaran ISEF 2017 ini tidak lepas berkat dukungan dan sinergi berbagai pihak, di antaranya Kementerian dan Lembaga terkait, Lembaga Keuangan Syariah, Pesantren, dan Lembaga Pendidikan.

Selain itu juga Kedutaan, Indonesian Islamic Art Museum, dan Perusahaan maupun UMKM di bidang Edukasi, HalQal Food, Halal Tourism, Fashion dan Renewable Energy, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya selaku tuan rumah ISEF Tahun 2017.

Rangkaian kegiatan Sharia Fair ini pun sukses menjaring pengunjung lebih dari 30 ribu orang, dengan total penjualan sebesar lebih dari Rp16,81 miliar.

Tidak hanya itu, dalam rangka memfasilitasi Business Matching, kegiatan Sharia Fair ini juga berhasil mewujudkan pencanangan kerjasama antara perbankan kepada lembaga masyarakat, Pembiayaan UKM, dan pelaku usaha mencapai lebih dari Rp158 miliar, dan kerjasama antar pelaku usaha secara berkelanjutan per bulannya mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

Dengan demikian, dijumlah secara keseluruhan nilai transaksi dan potensi transaksinya mencapai lebih dari Rp176,3 miliar.

Pelaksanaan Shari’a Fair ini diharapkan mampu mendorong akselerasi program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ke depan.

Dalam closing ceremony ISEF 2017, diumumkan berbagai nominasi mulai booth favourite, booth dengan penjualan terbesar dan booth terbaik.

Rizky Desy Wulansari dari Surabaya terpilih sebagai Duta Ekonomi Syariah tahun 2017. Annisa Elma Nabila dari Makassar terpilih sebagai Runner up I, dan Aisyah Irna Dianis terpilih sebagai Runner up II Duta Ekononi Syariah.

Ke depan penyelenggaraan ISEF 2017 diharapkan mampu menjadi wadah untuk mendorong berbagai upaya akselerasi ekonomi dan keuangan syariah secara optimal.

Sumber: beritalima.com

  • 2 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan diselenggarakan di Grand City, Surabaya, pada 7-11 November 2017. ISEF 2017 ini akan mengusung tiga bidang yang menjadi fokus utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, menyebutkan ketiga bidang yang diangkat dalam ISEF 2017 meliputi penguatan sektor ekonomi syariah, peningkatan efisiensi di pasar keuangan syariah, dan penguatan fungsi riset dan edukasi dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penyelenggaraan ISEF kali ini menjadi momentum kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang terdiri dari Bappenas, Kemenkeu, OJK, LPS, Kemenkop, Kemeneg BUMN, DSN MUI, Kemenko Perekonomian, Kemenag, kemudian Pemprov Jawa Timur, serta lembaga terkait lainnya.
"Kolaborasi penyelenggaraan ISEF 2017 tersebut sesuai dengan tema yang diangkat, yakni memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif," jelasnya melalui siaran pers, Rabu (1/11).
Agusman menambahkan, kegiatan ISEF 2017 didahului oleh Festival Syariah (Fesyar) yang dilaksanakan di tiga wilayah utama ekonomi syariah lainnya. Fesyar pertama dilaksanakan di Makassar pada 25-27 Agustus 2017, dengan tema Peran "Islamic Social Finance Dalam Pemberdayaan Ekonomi".
Fesyar kedua dilaksanakan di Bandung pada 13-15 September 2017 mengangkat tema "Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syariah Nasional". Sementara Fesyar ketiga dilaksanakan di Medan pada 68 Oktober 2017, mengusung tema "Membangun Ekonomi Syariah Berlandaskan Konektivitas Regional".
Salah satu misi ISEF untuk mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata dalam ekonomi syariah, agar memberi dampak terhadap perekonomian nasional dan internasional. "Dalam mewujudkan hal tersebut, rangkaian kegiatan ISEF terdiri atas forum syariah danpameran syariah," kata Agusman.
Forum syariah terdiri dari forum ilmiah yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata, serta forum komunikasi/promosi/edukasi yang merangkai berbagai program, kebijakan dan produk antar-lembaga dan entitas bisnis syariah.
Sementarapameransyariah menghadirkan beragam produk dan jasa yang ditawarkan oleh lembaga, dunia usaha termasuk kewirausahaan dan UMKM, serta pesantren berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Sumber: Republika.co.id

  • 2 Jun 2017

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
[File Submission]
Selamat bagi para pemuda penggerak bangsa yang telah mendaftar sebagai Calon Anggota Sharia Economic Forum. Untuk mengawali seleksi tahap awal rekruitmen ini, bagi kamu yang sudah melakukan registrasi diharapkan memenuhi beberapa berkas yang dipersyaratkan.

Berikut adalah berkas yang harus dipenuhi untuk bergabung bersama kami:

1. Surat lamaran.

2. Curiculum Vitae (CV) Kreatif, dengan ketentuan mencakup Pendidikan Formal dan Non Formal, IPK Terakhir, Prestasi, Bakat, Minat serta Motto Hidu dan dilengkapi foto terbaik

3. Essay dengan ketentuan

  • Maksimal 2 halaman
  • Font Times New Roman, Font Size 12, Space 1, Margin 1,0 (B,T,L,R)
  • Bertemakan “Kontribusiku Sebagai Pemuda”

Ketentuan umum:

1. Batas akhir pengumpulan berkas tanggal 06 Juni 2017, pukul 23:59

2. Dikirim ke alamat email official@shariaeconomicforum.org

3. Subyek pengiriman email (OPREC_NAMA_REGION_).

Contoh: OPREC_RAUDATUL_KALIMALANG

4. File digabungkan ke dalam bentuk .rar`

5. File name rar (NAMA/JURUSAN/REGION).

Contoh: RAUDATUL/AKUNTANSI/KALIMALANG

6. Setelah melakukan pengiriman berkas, diharapkan melakukan konfirmasi ke nomor Contact Person dengan format sesuai subyek email.

Contact Person: +62 857 1571 4157 (WA/SMS)

JADILAH BAGIAN DARI KAMI DAN MULAILAH TERBIASA DENGAN PRESTASI!!!.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Visit us on social media! 

Twitter & IG: @KSEI_SEF

Fb/Path/Linkedin: Ksei SEF Gunadarma

Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University

Line@: wud3545u