Publikasi

  • 28 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai masih diperlukan kerja keras untuk terus mengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Tanah Air. Sebab, meski Indonesia berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, indeks inklusi keuangan syariah secara nasional maupun literasi keuangan syariah nasional menunjukan angka yang rendah.

"Tingkat literasi keuangan syariah nasional menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, baru mencapai 8,9 persen sedangkan Indeks Inklusi Keuangan Syariah Nasional adalah 9,1 persen," kata Ma'ruf dalam acara perayaan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah diikuti nota kesepahaman layanan syariah LinkAja melalui virtual, Selasa (25/8).

Ma'ruf mengatakan, indeks inklusi yang masih rendah ini mendorong perlunya perluasan layanan keuangan syariah. Khususnya menggunakan basis tekonologi digital kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Utamanya kepada mereka yang sama sekali belum terhubung dengan sistem keuangan formal," ujar Ma'ruf.

Sebab, masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbiasa bertransaksi secara digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk dengan uang elektronik. Karena itu, ia menilai, perlu dilakukan penguatan usaha-usaha syariah melalui penguatan ekosistem ekonomi digital dalam upaya mempercepat pertumbuhan aset keuangan syariah di Indonesia.

Ia pun berharap, peluang ini dapat dimanfaatkan oleh layanan syariah, salah satunya LinkAja.

"Saya harapkan layanan Syariah LinkAja dapat meghadirkan inovasi dan terobosan layanan yang dapat mendukung ekosistem Ekonomi Syariah secara luas termasuk industri halal," katanya.

Ma'ruf mengatakan, layanan Syariah LinkAja harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik. Ia meyakini integrasi marketplace yang lebih masif dapat menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman.

"Semoga sinergi yang dibangun ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh pemangku kepentingan agar digitalisasi dapat meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus meningkatkan inklusi ekonomi dan keuangan Syariah," kata Ma'ruf.

Sumber: republika.co.id

  • 15 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut upaya hilirisasi bahan mentah yang sedang 'digalakkan' oleh pemerintah akan memberikan beberapa manfaat bagi ekonomi domestik. Salah satunya memperbaiki defisit transaksi berjalana (current account deficit/CAD).

Jokowi mencontohkan beberapa upaya hilirisasi bahan mentah yang dilakukan ialah biji nikel yang diolah menjadi ferro nikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan bahan utama untuk baterai lithium.

Selain itu, batu bara diolah menjadi methanol dan gas. Beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi sekaligus penggerak industri petrokimia untuk memasok produk hilir bernilai tambah.

PT Pertamina (Persero), lanjut dia, berhasil menciptakan katalis untuk membuat D100. Ia menjelaskan D100 ialah bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari kelapa sawit. Saat ini, produksi D100 sedang diuji coba di dua kilang."Tahun 2019 kami juga sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B20. Tahun ini kami mulai dengan B30, sehingga kami mampu menekan nilai impor minyak kami pada 2019," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR, Jumat (14/8).

"Ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu barel per hari," terang Jokowi.

Ia bilang manfaat dari hilirisasi ini bukan hanya akan memperbaiki defisit transaksi berjalan, tapi juga meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi dominasi energi fosil.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$3,9 miliar (1,4 persen dari PDB) pada kuartal I 2020. Angka itu jauh lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang mencapai US$8,1 miliar (2,8 persen dari PDB)."Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan," jelas Jokowi.

Sementara, Indonesia juga sedang membangun pabrik untuk memproduksi mobil dan baterai mobil listrik. Pembangunan itu khususnya dilakukan oleh Hyundai Motor Company di kawasan industri Deltamas, Bekasi.

Sember: cnnindonesia.com

  • 9 Dec 2019

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 30 November 2019 menyelenggarakan 2 Seminar Nasional dengan tema Changing Paradigms and Practices through Islamic Economic Worldview dan Islamic Economic Instrument: The Right Way to Improve the Prosperous of Humanity dari pukul 08.30-16.00 WIB di Auditorium J612 Universitas Gunadarma, Cikunir.

Seminar Nasional merupakan rangkaian kegiatan dari Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR) yang dilaksanakan setahun sekali di Kampus Gunadarma Kalimalang.  Pada sesi pertama acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Ahmad Maulana, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Gafar Ali Haji (Arab), Wafa Luthfiya Azzahra (Inggris), Fitri Wulandari (Jerman) dan Abdurrahman Wahid (Indonesia).

Sambutan pertama dan pembukaan disampaikan oleh Rezaldi Dwinanta Tama  selaku Ketua Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR) 2019/2020. Seminar Nasional 1 dipandu oleh seorang moderator yaitu Bapak Aulia Nugraha, Lc., M.E. selaku Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Selanjutnya masuk kepada sesi pemateri yang disampaikan oleh para pembicara yang ahli dibidang Ekonomi Syariah. Pembicara pertama ialah Bapak Dr. Anwar Abbas, M.Ag. selaku Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa pada saat ini sistem ekonomi di Indonesia tidak hanya sistem ekonomi sosialisme saja tetapi pada praktiknya sistem ekonomi di Indonesia menerapkan sistem ekonomi liberal dan kapitalisme. Dimana sistem kapitalisme ini membuat orang kaya semakin kaya dan sistem ekonomi ini lebih mengedepakan manusia sebagai individu dan kebebasan pasar. Dari kebebasan pasar ini justru menjadi tempat pertarungan antara individu dan pelaku pasar. Sistem kapitalisme memberikan kebebasan kepada individu untuk memperoleh kekayaan, memilih sektor usaha yang diinginkan dan memilih pekerjaan, dari sini dapat dilihat bahwa individu terdorong untuk kreatif dan inisiatif sehingga terjadinya persaingan yang membuat efektifitas dan efisiensi tinggi. Namun sistem ekonomi kapitalisme ini tidak manusiawi karena tidak membawa Tuhan ke dalam kehidupan ekonomi. Sehingga manusia mencari untung sebesar-besarnya bagi diri dan perusahaan. Sistem ekonomi ini juga semakin parah karena mereka sangat menjunjung tinggi pasar bebas yaitu suatu pasar yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. Beliau menyampaikan bahwa sistem ekonomi islam merupakan sistem ekonomi yang paling terbaik untuk diterapkan. Sistem ekonomi islam disuruh untuk mencari rezeki tanpa melupakan Tuhan (QS. Al-Jumuah: 10) dan didalam mencari rezeki kita disuruh untuk  fastabiqul khairat (QS. Al-Baqarah: 148). Jika kita mendapatkan rezeki maka wajib mengeluarkan zakat untuk membantu delapan asnaf yang termasuk di dalamnya fakir dan miskin.

Setelah itu masuklah kita pada pembicara kedua yaitu Bapak Dr. Ali Sakti, M.Ec. selaku Analis Senior Bank Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa ekonomi global pada saat ini sudah pada periode kekacauan yang dimulai sejak tahun 1910-1944. Dimensi kekacauan bukan hanya di bidang ekonomi saja tetapi juga dibidang data sosial. Menurut data PMKS angka orang meninggal dunia karena kemiskinan jauh lebih banyak dari pada orang yang berperang. Ini adalah salah satu bukti bahwa gagalnya ekonomi yang ada pada saat ini, sehingga kita haruslah sadar bahwa ekonomi islam solusinya. Ekonomi islam pada saat ini akan mempengaruhi tingkat kepedulian terhadap orang lain. Tujuan ekonomi islam yaitu untuk mempertahankan keimanan seseorang. Selain itu tujuan utama ekonomi islam yaitu untuk mencapai jannah (surga). Didalam ekonomi islam terdapat Filosofi Dasar yang meliputi akidah, akhlak, syariah dan adab.

Pembicara ketiga ialah Bapak Harza Sandityo, S.H. selaku COO & Co-Founder of PT Alami Fintek Sharia. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia dengan mayoritas Muslim ini sangatlah berpotensi untuk mengembangkan financial techonology. Selain itu juga banyak faktor pendukung kemajuan fintech ini untuk dikembangan di Indonesia seperti kuat dan stabilnya GDP di Indonesia, jumlah penduduk muslim terbanyak, dukungan gerakan hijrah dan lembaga syariah lainnya. Hubungan antara  financial technology dengan ekonomi syariah yaitu dengan teknologi yang ada pada saat ini maka ini adalah peluang besar bagi ekonomi syariah untuk membumikan ekonomi islam lebih luas lagi. Karena perkembangan teknologi ini bisa dijangkau dimana saja dan kapan saja.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana sesi 1 terdapat 2 penanya dan sesi 2 terdapat 2 penanya. Dan bagi 2 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama Ketua SEF dan Ketua Pelaksana.

Selanjutnya, Seminar Nasional 2 dimulai pada pukul 12.30-16.00 WIB. Pada sesi kedua acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Dian Ayu Safitri, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Abdurrafi Rasyid Ridho (Arab), Agiv Shafira Nuralya (Inggris), Muhammad Fajri (Jerman) dan Tri Utami (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan oleh Zaki Ilhaam Muhammad selaku Ketua Sharia Economic Forum 2019/2020. Seminar Nasional 2 dipandu oleh seorang moderator yaitu Ibu Siti Rahayu, S,E., M.M. selaku Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

Pembicara pertama ialah Bapak Sigit Pramono, Ph.D., C.A., C.P.A. selaku Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam SEBI, Depok. Beliau menyampaikan terkait upaya untuk mengentaskan permasalahan ekonomi dengan mengoptimalkan potensi instrumen filantropi islam seperti  zakat dan wakaf. Beberapa upaya yang beliau paparkan dapat dilakukan diantaranya; sosialisasi dan edukasi publik terkait islamic social funds, reaktualisasi regulasi model kelembagaan, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dalamm pengelolaan islamic social funds serta membangun secara kokoh ekosistem zakat dan wakaf yang kondusif untuk optimalisasi peran islamic social funds dengan prinsip good governance dan best practices yang efisien dan efektif.

Selanjutnya pembicara kedua disampaikan oleh Bapak Jaja Zakasyi, M.A. selaku Representatif Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI. Beliau menyampaikan bahwa perlunya sosialisasi literasi wakaf di semua elemen masyarakat dengan harapan generasi milenial dan penyuluh agama sudah familiar mengenai materi zakat dan wakaf sehingga bisa lebih mensosialisasikan kepada seluruh kalangan serta dapat meningkatkan pertumbuhan pengumpulan zakat dan wakaf. Selanjutnya, pembinaan kepada  nazhir wakaf (Forum Wakaf Produktif) & LKSPWU yang harapannya tercipta para nazhir wakaf yang profesional, kompeten dan memiliki forum bersama guna meningkatkan pertumbuhan harta benda wakaf dan bisa di manfaatkan bagi mauquf alaih. Terakhir, pengamanan mutasi harta benda wakaf, outputnya adalah memberikan perlindungan harta benda wakaf agar tidak terjadi sengketa dari ahli waris wakif maupun masyarakat.

Pembicara ketiga disampaikan oleh Bapak Dr. Imam Teguh Saptono, M.M. selaku Ketua Global Wakaf Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa terkait peran ZISWAF sebagai pilar ekonomi untuk kejayaan peradaban islam. Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam adalah agama yang dirahmati seluruh alam. Melalui ZISWAF sebagai solusi, perekonomian yang rusak saat ini dapat teratasi. Zakat adalah wajib, jumlah dan waktunya ditentukan, serta penerimanya sudah diterangkan dalam Al-Qur’an (8 asnaf) yang lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Dhururiyah. Infaq dan sodaqoh lebih fleksibel baik dalam waktu, penerima dan dalam jumlah (meskipun terbatas) tetapi masih di koridor dhururiyah dan hajiyyat. Sedangkan wakaf bersifat berkelanjutan, berorientasi jangka panjang dan menyempurnakan (tahsiniyyat) dengan jumlahnya yang signifikan.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi dimana terdapat 3 penanya. Bagi 2 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Acara seminar ini disambut oleh antusias yang luar biasa dari Mahasiswa Gunadarma serta dukungan dari para penggiat Ekonomi islam. Seminar Nasional ini didukung dan disponsori oleh BEM Fakultas Ekonomi (BEM FE) Universitas Gunadarma, Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Masyarakat Ekonom Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi islam (IAEI), iB, Bank DKI Syariah, BAZNAS, ZIS Indosat, Mandiri Amal Insani dan Dompet Dhuafa.

Laporan: Agiv Shafira Nuralya dan Nadya Salsabila Haqoni

Editor: Putri Yunela Sari

 

  • 23 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat! Anda telah terdaftar sebagai peserta SEMINAR NASIONAL KALIMALANG 2019. Demi kepentingan validasi nama peserta pada sertifikat silahkan periksa kembali nama Anda pada daftar peserta Seminar Nasional Kalimalang 2019.

Konfirmasi perubahan nama dapat dilakukan hingga Rabu, 27 November 2019 pukul 23.59 WIB. Apabila peserta tidak melakukan perubahan nama sampai batas waktu yang ditentukan, maka nama peserta dianggap sudah benar dan panitia tidak bertanggung jawab atas kesalahan cetak nama pada sertifikat.

Daftar nama peserta dapat di lihat pada/uploads/ckeditor/attachments/80/VALIDASI_NAMA.pdf

Demikian yang dapat kami sampaikan
untuk perubahan nama anda dapat klik (di sini) atau http://sef.or.id/pesertasemnas2019

-Panitia Seminar Nasional Kalimalang 2019-

Wasalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Mei 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce di Asia Tenggara pada 2025

"Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasare-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share 52 persen pada 2025," ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Paris, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (24/5).
.
Menurut Bambang, optimisme tersebut muncul salah satunya berkat keberhasilan Indonesia naik peringkat dalam laporan Global Information Technology Report. Indonesia berhasil melesat ke peringkat 63 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 pada 2013. 

Meski berhasil menduduki peringkat yang cukup baik, menurut dia, pertumbuhan teknologi informasi Indonesia masih dapat ditingkatkan dengan penyediaan infrastruktur yang mumpuni.  "Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusif, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya," ungkap Bambang. 

Bambang menekankan pemerintah terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 54,7 persen penduduk.

Sumber: CNN Indonesia

  • 17 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

"Ekonomi Rabbani Fatal Bila tak Update Berita"

Jakarta ~ Kewajiban sertifikasi halal bagi semua pelaku usaha akan dilaksanakan pada 17 Oktober mendatang.

Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur dan juga suprastukrur.

"Persiapan yang sedang kami lakukan, sebagian telah dilakukan dan akan terus kami upayakan kami pilah menjadi persiapan infrastruktur dan suprastruktur," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VIII, DPR, Jakarta, Kamis (16/5).

Ditambahkan Lukman, BPJPH saat ini sedang mengembangkan sistem informasi manajemen halal dan alat pengolah data.

"Jadi untuk diketahui untuk proses registrasi terkait dengan upaya memperoleh sertifikasi halal itu sepenuhnya akan dilakukan secara online," imbuh Menag Lukman.

Lukman menambahkan, BPJPH memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk membangun sistem aplikasi yang dinamakan Sistem Informasi Manajemen Halal (Sihalal).

"Teknologi ini akan memudahkan kita semua selain membangun transparansi dan akuntabilitas dari proses registrasi dan segala sesuatu yang terkait dengan jaminan produk halal," sambung Menag.

Menag mengapresiasi adanya gagasan dan upaya untuk membentuk Sistem Informasi halal tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan kerja besar yang luar biasa jika terwujud secara maksimal.

Menag juga mengingatkan rancangan ini juga menjadi pertaruhan dan tanggung jawab Kemenag. Lukman berharap, Sihalal ke depan bisa menjadi role model pengembangan aplikasi jaminan produk halal.

Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap optimalisasi untuk mewujudkan platform yang 'user friendly' sehingga masyarakat bisa dengan mudah untuk mengaksesnya.

*Sumber: sharianews.com

  • 10 May 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

Aktivitas bisnis merupakan aktivitas yang sangat dinamis dalam sejarah kehidupan umat manusia. Dimana seseorang dapat melakukan aktivitas bisnis yang tidak pernah sama dalam tiap waktu termasuk dalam alat transaksinya. Proses aktivitas bisnis yang terus berkembang tidak lagi mempertemukan para pelaku bisnis yang dalam hal ini penjual dan pembeli dipertemukan atau harus bertemu dalam dalam satu tempat dan satu waktu sebagaimana terjadi pada aktivitas bisnis konvensional. Sebab, kini masyarakat dihadirkan dengan bentuk bisnis dan transaksi baru yakni transaksi bisnis online. Hadirnya, bisnis online ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan internet yang dalam konteks yang lebih luas perkembangan teknologi dan informasi. Pengguna internet Indonesia sudah mencapai 63 juta orang, dari para pengguna tersebut terdapat 95% menggunakan internet untuk kebutuhan media sosial, bahkan Indonesia menjadi peringkat ke-4 Facebook dengan 65 juta pengguna aktif, peringkat ke-5 Twitter dengan 19,5 juta pengguna aktif, Google+ dengan 3,4 juta pengguna, Linkedlin 1 juta pengguna, aplikasi Path 700.000, Line 10 juta pengguna dan sebagainya. (Kominfo.go.id, 2 Juli 2016). Perkembangan dunia bisnis selalu menemukan muara untuk mencari bentuk, cara, pasar, dan konsumennya sendiri. Dalam konteks bisnis berbasis layanan online yang memberikan keuntungan dan kemudahan, juga menimbulkan dampak dan gejolak dengan pengelola bisnis konvensional (non-online), seperti terlihat pada kasus Uber, Grab dan bisnis transportasi (taksi) berbasis layanan online lainnya yang mendapatkan protes dan aksi demontrasi dari pengelola taksi konvensional. Bentuk protes tersebut lahir dikarenakan semakin berkurangnya peminat taksi kovensional yang beralih kepada taksi berbasis layanan online, sehingga berakibat berkurangnya penghasilan para pengelola taksi konvensional.

Adanya perkembangan bisnis dan berbagai bentuknya harus disikapi dengan bijak, terus melakukan inovasi, mengasah kreativitas, dan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Oleh sebab itu, hadirnya sudut pandang spiritualistik dalam praktik bisnis akan memberikan memberikan jalan petunjuk bahwa bisnis yang dilakukan semata-mata tidak saja mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi harus dipandang sebagai proses ibadah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Upaya dalam menghadirkan sikap spiritualitas dalam praktik bisnis dan ekonomi dalam ajaran Islam dikenal dengan upaya terciptanya falah. Istilah falah berasal dari kata afalaha-yuflihu yang mengandung arti kesuksesan, kemuliaan dan kemenangan. Maksud dari kemuliaan dalam konteks ini adalah kemuliaan multidimensi dengan menjalankan aktvitas ekonomi tidak mengorientasikan diri pada pencapaian materi belaka, melainkan juga pencapaian akan kemaslahatan yang bersifat sosial atau biasa disebut dengan istilah al-maslahah al-mursalah. Secara terminology, salah satu‘ulama Ushul Fiqh, At-Thufy, Definisi maslahah menurut ‘Urf  (pemahaman secara umum) adalah sebab yang membawa kebaikan, seperti bisnis yang dapat membawa orang memperoleh keuntungan. Sedang menurut pandangan hukum Islam adalah sebab yang dapat mengantarkan kepada tercapainya tujuan hukum Islam, baik dalam bentuk ibadah maupun mu’amalah. Intinya ialah sesuatu yang menurut pertimbangan akal atau adat kebiasaan dapat mendatangkan kebaikan, manfa’at maupun faedah yang nyata bagi kehidupan manusia serta selaras dengan tujuan hukum yang ditetapkan oleh Syari’.

Melalui pernyataan diatas, aktivitas bisnis dan sosial seorang muslim menjadi benang merah untuk terjadinya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Maka, secara praksis dalam praktik bisnis islami, beberapa kalangan mendorong adanya konsep dan praktik Socioprenenur. Keberadaan sociopreneur ini semacam menjadi evolusi dari praktik entrepreneur yang memungkinkan para pebisnis  mampu menghadirkan praktik produksi, distribusi, konsumsi, etika bisnis yang mengedepankan nilai moral dan sosial sesuai dengan ajaran Islam, sehingga praktik bisnis yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pencapaian profit, melainkan mendorong produktifitas dan kualitas yang berfokus pada kemaslahatan sosial.

Pada umumnya, masyarakat berpikir bahwa profesi hanyalah sebatas karyawan, pengusaha, guru, direktur dan sebagainya, padahal terdapat pekerjaan yang didalamnya mengalir deras manfaat yang dapat dirasakan oleh tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat sekeliling kita, yakni socioprenenur. Sebagai mahasiswa, rasa gerah dan iba akan permasalahan ekonomi dan sosial sudah sepantasnya dijadikan lecutan untuk berpikir dan berkontribusi. Langkah kongkret untuk menjadi seorang mahasiswa ber-sociopreneur dapat dilakukan dengan bergabung dengan suatu komunitas yang didalamnya memiliki visi dan misi yang sama, yakni mengedepankan sosial dan ekonomi masyarakat atau economic  and social walfare, dimana komunitas tersebut melakukan jual beli makanan khas daerah perguruan tinggi setempat lalu keuntungannya dialokasikan untuk insentif pendidikan desa setempat berupa pemberian buku dan seragam sekolah bagi anak-anak yang berada dibawah garis kemiskinan. Komunitas tersebut juga dapat menggandeng kepala desa setempat dalam hal kerjasama produksi dan distribusi produk karena pada dasarnya kepala desa memiliki Asosiasi Kepala Desa (AKDES) yang apabila kerjasama tersebut terjalin dengan baik persentase keuntungan yang didapat oleh komunitas tersebut akan meningkat yang berujung pada terciptanya tujuan sedari awal, yakni economic and social walfare. Tak kalah penting, pembinaan serta pemberdayaaan juga menjadi point penting ketika berbicara mengenai sociopreneur sebab hal tersebut akan terasa manfaatnya ketika masyarakat berekonomi kurang dapat disetarakan dalam memperoleh hak dalam berkerja dan berkarya dengan optimal. Selain itu, berkaca pada potensi bisnis online yang telah tercantum pada paragraf pertama bahwa komunitas berbasis mahasiswa ini dapat menjadi pioneer bagi tumbuhkembangnya e-commerce oleh kalangan sociopreneur.

Lailatul Munawaroh

SEKRETARIS KSEI SEF GUNADARMA

  • 27 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Selamat Anda telah terdaftar sebagai peserta Seminar Nasional Kalimalang 2018

Demi kepentingan validasi nama peserta pada sertifikat silakan periksa kembali nama Anda pada daftar peserta Seminar Nasional Kalimalang 2018 yang tertera. Konfirmasi perubahan nama dapat dilakukan hingga Kamis, 29 November 2018 pukul 14.00 WIB. Apabila peserta tidak melakukan perubahan nama sampai batas waktu yang ditentukan, maka nama peserta dianggap sudah benar dan panitia tidak bertanggung jawab atas kesalahan cetak nama pada sertifikat.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima Kasih.

*untuk perubahan nama Anda dapat klik (di sini)  

atau http://sef.or.id/validasisemnas2018


Seminar Nasional 1 | 01 Desember 2018 | 08.30 – 12.00 WIB

"Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges"

  1. ACHMAD BUCHORI
  2. ADE SAPUTRA
  3. ADMID AISYAH AMANAH
  4. AFIFAH SALIM
  5. AFNI RAMADHANTI
  6. AGNES NUR AFIFAH AYUNINGTIAS
  7. AGUNG PERTIWI PUTRA
  8. AGUS SRI ISWIYANTI, S.E., MM
  9. AHMAD MAULANA
  10. ALDA FITRIA
  11. ALDI NOVIANTO
  12. ALFADYA HAYYA
  13. ALIFIA APANDI
  14. ALTHARIQ BIBIT SLAMET
  15. AMILYA CHOIRUNNISA
  16. AN NISAA' RIZKA WAHYUNI
  17. ANA SILVIANA
  18. ANDI SUHANDI
  19. ANGGI MIPTAHUL HOLIK
  20. ANISA AMALIA
  21. ANISA FEBY YANA
  22. ANISA KURNIA SARI
  23. ANISA MULIA KUSUMASTUTI
  24. ANISAHRANI
  25. ANISFU DWI YANTI
  26. ANISSA RANTI RETNO SARI
  27. ANITA NURHAZYIZA
  28. ANITA PUNGKI ANDRIYANI
  29. ANNISA DIANTI
  30. ANNISA DWI RIZKI AZHARI
  31. APRILIANI DWI TANDY
  32. ARMIETHA DESSY RAHMADHANY
  33. ARSITA YUNINGSIH
  34. AULIA NUR AINI
  35. AVIFAH ADELIA
  36. AYU YUNENGSIH
  37. AZARIA NUR SHABRINA
  38. BAGUS HERMANTO
  39. BAGUS SATYAWAN
  40. BELLA NOER SYAKINAH
  41. BENING AMBARWATI
  42. CHINDY RIZKY CLAUDIA
  43. CYNTIA CAHYA SAFITRI
  44. DEA ANANDA
  45. DESI ARI SANDI
  46. DESY RAHMAWATI
  47. DESY TRIANA PRATIWI
  48. DEVI NOVITASARI
  49. DEWI KHOERRU NISA
  50. DEWI SITI MASITOH
  51. DHIEN WANGINEGARA
  52. DIAN BUDIYANTO
  53. DIAN CHRISTIANI
  54. DIAN LESTARI
  55. DITA BERLIANA
  56. DITA VALENTIA MEILIANA
  57. EFA MUSDALIFAH
  58. EKA HAFIFAH PUSPITASARI
  59. EKA NURBAITI HARUN
  60. ELMA NURUL AMALIYA
  61. ELSA SILVIANA FIRDAUS
  62. ENJELITA
  63. ERIKA FEBRIANA
  64. ESTER SHYNTIA
  65. EVA FITRIANA
  66. FADILATUN NISA
  67. FAJRI ANANDA RUSMAHENDRA
  68. FARAH SALSABILA
  69. FATHIMAH ABIDAH
  70. FEBRILIA EKA PRATIWI
  71. FEBRY FITRIYANTI
  72. FEBRY INDRI YANI
  73. FERIYANDI
  74. FIKA ANANDA FORTUNA
  75. FITRI AZIZIAH
  76. FITRI CAHYANI
  77. FITRI WULANDARI
  78. FRILLY BAMA RASTIKA
  79. GALUH YUDHAWANINGPATI
  80. GEMMA SHAFA MAWADDA
  81. GIZELA GIOVANI KUSUMAH
  82. GUSLINA
  83. HANA KOMALA
  84. HANA TAZKIA R
  85. HANDOKO HADI
  86. HANIFAH YUMNA
  87. HARIS YUNIARTO
  88. HERDIANA
  89. HESTITA SALMA SALSABILA
  90. IKA PUSPITA SARI
  91. IKE WIDEA SARI
  92. INAZ MARSELA
  93. INDAH KHOERUN NISSA
  94. INDAH NOVIANTI
  95. INDAH NUR MAULINA
  96. INDIASTARI DESTY ROSITASARI
  97. INDRI MULYANTI
  98. INTAN TRIDIANANTY
  99. IQBAL ANUGRAH RAHMAN
  100. ISNAENI LESTARI
  101. ITA WAHYUNI
  102. IZZATY ATIA MAULANI
  103. JAMALUDIN
  104. JONATHAN LUMDOS
  105. KAMILA ZAHRA FATHUNNADA
  106. KARYONO., S.E., M.Pd., M.M
  107. KHALIMI
  108. KUWAT SUJARWO
  109. LATIKAH ARUM KUSUMAWATI
  110. LESTI SUKMAWATI
  111. LIA DAHLIA
  112. LIA MUBAROKAH
  113. LIA ULFACH
  114. LILIS RATNASARI
  115. LINDA SETIANINGSIH
  116. LIS NURAENI
  117. LUSIA ETIKA SARI
  118. MA'LA HOERIYAH
  119. MARIAM ULFA PUSPITA
  120. MEGA NANDA PUTRI
  121. MEI ISTIANI
  122. MELANY PUTRI DEWI
  123. MEYTA INDRAYANI
  124. MIFTAH FATHINIA
  125. MIRA SUPRIANTI
  126. MISDI
  127. MITHA MERLYAN
  128. MUHAMMAD ASMAR
  129. MUHAMMAD FAJRI
  130. MUHAMMAD FARHAN
  131. MUHAMMAD HAFIZH HANAFI
  132. NADYA AGUSTRIANA
  133. NADYA DWI HELMINA
  134. NAJAH LAILY AMALIA
  135. NAJMA SYIVA
  136. NAUFAL AQIL HELMI
  137. NELASARI
  138. NINNA
  139. NISA PEBRIANTI
  140. NUR I ALFIANINDA
  141. NUR INDAH PANCANINGRUM
  142. NUR SRI WULANDARI
  143. NURKHASANAH
  144. NURKHAYATI
  145. NURUL HIDAYAH
  146. OVA NUR LISANI
  147. PENNI NOVIYANTI
  148. PRANA SAKTI NUGROHO
  149. PUSPITA ANGGRAENI
  150. PUTRI LUCSKYAHTUROHMAN AL FURONI
  151. PUTRI SIS ANGGARI
  152. QOTRUNNADA ALIVIA
  153. RAFIF KARUNIA RAHMAN
  154. RAHMANIA INDAH KUSTANTI
  155. RANGGA RIJLLUL HAQ
  156. RATNA WULANDARI
  157. RAYUNINGSIH
  158. RIANA AYU PUSPITA SARI
  159. RIESHADANI FAIZATY NALLAH
  160. RIRIN SAPUTRI
  161. RISKA RATNA SARI
  162. RISKI SETIADI
  163. RISKI VIRA NABILA
  164. RISMA SYIFA MALIK
  165. RITA NURHIDAYAH
  166. RITA SUGIARTI
  167. RIYA DWI ANDRIYANI
  168. RIZKA RACHMAWATI
  169. RIZKY FADHILA
  170. RODIAH
  171. RUSLI KURNIAWAN
  172. SAFERA JANATA GUSTIA
  173. SAFIRAH DINA RAMADANI
  174. SANTI PUTRI JAYANTI
  175. SARAH NANDADITYA
  176. SARAH SAFIRA
  177. SARAS ADYASMARA
  178. SARI MONIKA PUTRI
  179. SEAN KATONDHO HENAS
  180. SHAFA ROHMAH HANDAYANI
  181. SHAFIRA RAHMAIDA
  182. SHERLYANA GUNAWAN
  183. SINTA NUR HIDAYATI
  184. SISCA LARASATI
  185. SITI ANNISA SALSABILA
  186. SITI DINA NURJANAH
  187. SITI NURANA H. F
  188. SITI ROHMAH WATI
  189. SLAMET HERI WINARNO, SE, MM
  190. SRI AIDA NURYANTI
  191. SRI HARTATI
  192. SRI YUNIARTI
  193. SUADEN MAMESYAH
  194. SUCI INDAH SARI
  195. SULISTYO NINGTYAS
  196. SUTRISNO
  197. TASYA DEWI AZZAHRA
  198. THIA VIOLENITA
  199. TITA NILASARI
  200. TRI FRIDA PUSPITASARI
  201. TRI HADMIATIN NINGSIH
  202. TRI SULISTIANA
  203. TURNI APRIYANI
  204. UMAIROH UTAMI
  205. VESHELA ANNESA D N
  206. VILLIA ALPIANA
  207. VIRA WIDYASARI
  208. VIRA WILISTYORINI
  209. VIVI YULIYANTI
  210. WAHYU LARASATI
  211. WAHYUDI ISRODI
  212. WINDA NURHAYANI
  213. YANUAR AKBAR
  214. YAYAN HENDRIAN S.T.,M.KOM
  215. YESI SEPTIANI
  216. YUDA PANGESTU
  217. YULIA ANGGRAENI
  218. YULIA SANDRA NUR FITRIANA
  219. YUSRIAH
  220. YUSTINUS LAIA
  221. YUYUN SOFIYATUN
  222. ZAHRAH FADHILAH HERLIANTI
  223. ZAKYA RAHMI NURSALIMA
  224. ZAQIA SABILLA AZWARINI
  225. ZETIRA ZAHNAZ KAPADIA

Seminar Nasional 2 | 01 Desember 2018 | 13.00 – 16.00 WIB

"Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of the Economic Crisis Cycle"

  1. ABDUL SAMAD KELSABA
  2. ACHMAD BUCHORI
  3. ADITYO NUGROHO
  4. AFAN RIZIQ AL - SALEH
  5. AFNI FIZKRI AL FITRIAWATY
  6. AGUS SRI ISWIYANTI, S.E., MM
  7. AHMAD MAULANA
  8. AJENG FADILAH IRAWAN
  9. ALDA FITRIA
  10. ALI RAFSANJANI
  11. ALIFIA APANDI
  12. ANNISAUL JANATUL MA'WA
  13. ANDI SUHANDI
  14. ANDIKA SURYANA
  15. ANGGI RAHMAWATI
  16. ANISA KURNIA SARI
  17. ANISA MULIA KUSUMASTUTI
  18. ANISAHRANI
  19. ANISSA MELATI
  20. ANISSA RANTI RETNO SARI
  21. ANITA FITRIANI
  22. ANNISA MUKHLISA H
  23. APRILIA TRIANA
  24. APRILIANI DWI TANDY
  25. ASEP RIANO,S.PD
  26. ATMO
  27. AULIA AZZAHRA
  28. AURANI LUTHFIYAH
  29. AVIFAH ADELIA
  30. AVRIDHA RIANI
  31. AYU AMBARWATI
  32. AYU HERMAWATI
  33. AYUDIA FITRI CHAERANI
  34. AZKA ALIFIANT
  35. AZ-ZAHRA TURSINA BELLA
  36. BAGUS HERMANTO
  37. BAGUS SATYAWAN
  38. BAHARI NUR
  39. BERLIANA KHUMAIROH
  40. CHIKO AGESTO G.W.P
  41. CHOERUNNISA
  42. CLARISSA ILMI RIYANTI
  43. CYNTIA CAHYA SAFITRI
  44. DARA SYAFIRA
  45. DEA RAYI ANGGITA
  46. DESNIA RAHMADANTY
  47. DEWI NURMAYANTI
  48. DEWI RATIH
  49. DEWI SITI MASITOH
  50. DHINA MUTIA
  51. DIAH ENGGAR PRATIWI
  52. DIAH MITA SARI
  53. DIAH TITI NURAENI
  54. DIAN PERMATA SARI
  55. DIMAS PARULIAN
  56. DINA APRIANI SUJANA
  57. DINDA ASHILAH
  58. DINI KURNIAWATY
  59. DINNUR NADA UTAMI
  60. DIRA ISMANIAR AGUSTIN
  61. DITHA PUTRI A.
  62. DWI KURNIA ALHAYYU
  63. EFA MUSDALIFAH
  64. EFA NOFITASARI
  65. EKA HAFIFAH PUSPITASARI
  66. ELFINA NOVIYANTI
  67. ELSA SILVIANA FIRDAUS
  68. EMIRA AULIA RASYIDA
  69. ENDAH CHRISTIANINGSIH
  70. ERSYALIA NABILA
  71. EVI FARIDATUL AFIFAH
  72. EVRILITA CAHYANA
  73. FACHRIKA WULANDARI
  74. FADILA IMANY PUTRI
  75. FARAH NAMIRA PUTRI
  76. FARHATUN MAULIDA
  77. FARIHA NUR WAHYUNI
  78. FARUQIN FEBRYONO
  79. FATHIMAH ABIDAH
  80. FAUZIAH NURSYAHBANI
  81. FEBRILIA EKA PRATIWI
  82. FERONIKA MANIDA GULO
  83. FIKA ANANDA FORTUNA
  84. FIRDAUS WIJAYANTO
  85. FITRA DINI
  86. FITRI AZIZIAH
  87. FITRI WULANDARI
  88. FRILLY BAMA RASTIKA
  89. GEETA DEVI ARIYANTI
  90. GUNTUR ALAM
  91. HANA KOMALA
  92. HANA SUKAINAH
  93. HANNISA KUSUMAWATI
  94. HARIS YUNIARTO
  95. HASMILAH
  96. HASNA SETYA MULYAWATI
  97. HELVY MARYANA
  98. HENDRICK KARISMA
  99. HESTITA SALMA SALSABILA
  100. IKHRIMA NURMAWATI
  101. ILHAM SAYFIN NUHA
  102. INDAH DIAN NOVITA SARI
  103. INDAH EKA SUGIANTI
  104. INDAH NUR MAULINA
  105. INDIASTARI DESTY ROSITASARI
  106. INTAN WIDIANA
  107. IQBAL ANUGRAH RAHMAN
  108. IRMA ERVIANA TANIA
  109. JALIMAH
  110. JAMALUDIN
  111. JONATHAN LUMDOS
  112. JULIANNA RAI HAKIM ISNAINI
  113. KARTIKA PUTRI R
  114. KARYONO., S.E., M.Pd., M.M
  115. KATARINA DIAN PURWANTI
  116. KHOFIFAH DWI LESTARI
  117. KIKI RIFQI FARIQOH
  118. KURNIA TRYANTI
  119. KUWAT SUJARWO
  120. LAILATURROHMAH
  121. LIDYA NUR SAFITRI
  122. LILY ALIYAH
  123. LUCIANA SYAMSIAR
  124. LULUK MAKNUNAH
  125. M. REZA PAHLEVI
  126. MAJIDAH
  127. MASRUHAN
  128. MEGA TRI UTAMI
  129. MELIYANI RAFIATUN DARAJAT
  130. MERLY BARANATASHA
  131. MEYTA INDRAYANI
  132. MIFTAH AINUL YAQIIN
  133. MOHAMAD HARZA FALISON
  134. MONI SUCI ANJANI
  135. MUHAMMAD AFIF
  136. MUHAMMAD FAJRI
  137. MUHAMMAD FARHAN
  138. MUHAMMAD HAFIZH HANAFI
  139. MUHAMMAD HAMZAH YAHYA
  140. MUHAMMAD JALALUDDIN
  141. MUSTOPA HIDAYATTULLOH
  142. NABILA TANIA PUTRI
  143. NADA BALQIS
  144. NADIRA HASNA HANIFAH
  145. NAFTALIYAH NUR ZAHRA
  146. NAHDIA HUSNAH
  147. NAJMA SYIVA
  148. NANA ARVIANA
  149. NAUFAL AQIL HELMI
  150. NENIH ANJARWATI
  151. NIKITA APRILIA
  152. NI'MATUL AFIFAH
  153. NISA PEBRIANTI
  154. NOVIANA HAIRUNISA
  155. NUR AZIZAH AGUSTINI
  156. NURAINI
  157. NURHALIMAH SARI LUBIS
  158. NURUL FAUZIYAH RAMADHANIATI
  159. OKTI ANGGOROWATI SETYANINGSIH
  160. PIONA NURHAETI
  161. PRANA SAKTI NUGROHO
  162. QOTRUNNADA ALIVIA
  163. RANI PUSPITASARI
  164. RANI SANTIKA
  165. RATNA WULANDARI
  166. RATU YULYANAH
  167. RENI ANGGRAENI
  168. RESSI JUNIANTI SUWANDI
  169. RINA ISNANDA LIANA WATI
  170. RISKI SETIADI
  171. RISKI VIRA NABILA
  172. RISTANTO
  173. RIVALDO J MARSHA
  174. RIZKA FAUZIAH
  175. RIZKA RACHMAWATI
  176. RIZKY FADHILA
  177. RIZQI KURNIA ASIH
  178. ROSSYTA EKA PUTRI H
  179. RUSLI KURNIAWAN
  180. SABILA CAHYA MAULIDINA
  181. SALMA SRI YULIANSI
  182. SARAS ADYASMARA
  183. SARI MONIKA PUTRI
  184. SATRIA DHIMAS GHOZA
  185. SAVIRA NADIA SARASITA
  186. SEAN KATONDHO HENAS
  187. SEPTHIA NURHIDAYAH
  188. SEPTIAN BAYU PAMUNGKAS
  189. SERLY ARISKHA DEWI
  190. SESRIYANI
  191. SHINTA DELIA
  192. SILFI SYAHRA DEWI
  193. SILVIA WAHYUNI
  194. SINTIA MARINI
  195. SISCA DEVIA SINTA
  196. SISCA LARASATI
  197. SISI DHIYA AULIA
  198. SITI KHODIJAH
  199. SITI RAHMATUL UMMAH
  200. SRI HARTATI
  201. SRI WINDI
  202. SUPRIYANTO
  203. SYIHAB GEIS BIN ABAD
  204. TASHA AMELYANA
  205. TIARA RIZKI AMALIA
  206. TITA NILASARI
  207. TIYA LATIFA
  208. TRI FRIDA PUSPITASARI
  209. UMMY SHOLICHATI
  210. UMSIAH ALTANIA
  211. USWATUN NISA
  212. VANISKHA MAHARANI
  213. VESHELA ANNESA D N
  214. VILLIA ALPIANA
  215. VIRA TANIA
  216. WINDU EVILIA SUSANTO
  217. WIRA HANDIKA SUKMA
  218. YANUAR AKBAR
  219. YOHANA MARNITA
  220. YUDA PANGESTU
  221. YULIA SANDRA NUR FITRIANA
  222. YULISA PRATIWI
  223. YUYUN SOFIYATUN
  224. ZAHRAH FADHILAH HERLIANTI
  225. ZEVY SUKMA ZAHROH ARANING TYAS

*untuk perubahan nama Anda dapat klik (di sini)  

atau http://sef.or.id/validasisemnas2018

  • 23 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

"Diantara Reksadana, Saham Atau Emas Yang Manakah Yang Cocok Untuk Anak Muda?"

Setiap orang pasti memiliki cita-cita kehidupan mapan dan nyaman di masa depan. Tapi, hidup seperti itu perlu dicapai dengan berbagai persiapan, terutama yang berkaitan dengan pengaturan keuangan. Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi sejak usia muda.

Sama seperti menabung, investasi atau menanamkan modal pada aset-aset tertentu perlu dilakukan sejak dini. Tidak perlu menunggu  berpenghasilan yang cukup besar dan berusia matang baru memulai berinvestasi.Hal ini dapat terlihat saat ini dimana saat ini telah banyak anak muda yang sudah tidak asing dengan investasi.

Sejak mereka telah memiliki penghasilan, anak muda zaman saat ini telah memulai persiapkan kebutuhan masa depan seperti keinginan memiliki rumah , keinginan memiliki kendaraan, kebutuhan dana pernikahan,traveling dan shopping. Oleh karena itu, wajar kalau kalangan usia ini perlu mulai mengatur keuangannya dan mulai berinvestasi dengan menyisihkan dana untuk investasi sejak masih muda meskipun penghasilan yang rekan-rekan terima saat ini belum terlalu besar.

Mengapa perlu berinvestasi sejak dini ? dengan memulai menginvestasikan penghasilan sejak dini maka rekan-rekan memiliki peluang dimana dana rekan-rekan yang telah di investasikan akan tumbuh pesat sehingga dapat mengalahkan inflasi dalam jangka panjang.
Selain itu karena dengan kita memulai berinvestasi sejak usia muda, rekan-rekan memiliki kelebihan dimana rekan-rekan masih memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan uang dan mengembangkan dana investasi tersebut menjadi lebih besar dengan ditempatkan kedalam instrumen-instrumen investasi saat ini yang telah tersedia baik itu dalam bentuk reksadana, saham, ataupun emas.

Namun, ada kalanya anak muda galau disaat akan memutuskan hendak berinvestasi di reksadana,saham atau emas dikarenakan tidak memiliki rekomendasi yang cukup untuk menjelaskan hal tersbeut dan pada akhirnya karena kelamaan galau, tidak jadi berinvestasi. Sehingga penghasilan yang seharusnya sudah mulai disisihkan untuk kebutuhan hari depan, akhirnya habis tak berbekas sekadar untuk konsumsi semata.

Penulis: Arief Tri Setiaji

Sumber: http://akucintakeuangansyariah.com

  • 13 Jul 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Laman-laman yang memuat hedonic treadmill (Michael Eysenck,1991) akan mengupas tentang hubungan antara uang dan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sebuah tema penting dalam hidup. Uang juga merupakan elemen krusial dalam kehidupan.

Yodhia Antariksa (2014) selanjutnya menjelajahi hasil studi saintifik yang mengulik tentang relasi kedua hal tersebut. Sejatinya, studi empirik yang mencoba melacak korelasi uang dan kebahagiaan telah banyak dilakukan. Salah satunya yang terkenal dilakukan oleh Daniel Kahneman, seorang pakar financial psychology yang juga pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2002. 

Dalam risetnya, Kahneman menemukan fakta yang dikenal dengan istilah income threshold. Income threshold adalah ambang batas pendapatan yang akan menentukan apakah uang masih berdampak terhadap kebahagiaan seseorang atau tidak. 

Dalam laporan penelitian itu disebutkan, angka batas pendapatan itu adalah 6.000 dolar AS per bulan. Dengan mempertimbangkan perbedaan biaya hidup, mungkin angka 6.000 dolar AS itu setara dengan angka Rp 15-20 juta perbulan jika diubah dalam konteks Indonesia.  

Nah, sebelum pendapatan menembus angka 6.000 dolar AS perbulan, uang punya peran besar dalam menentukan level kebahagiaan seseorang. Namun, begitu pendapatan  melampaui 6.000 dolar AS, maka peran uang dalam membentuk kebahagiaan makin pudar dan pelan-pelan lenyap. Dalam konteks ini, benar jika ada yang menyebutkan bahwa semakin Anda kaya, belum tentu semakin bahagia.

Mengapa semakin tinggi pendapatan seseorang, ternyata semakin menurunkan peranan uang dalam membentuk kebahagiaan? Jawabannya kemudian dikenal dengan hedonic treadmill itu. Ilustrasinya, jika gaji Anda Rp 5 juta, semuanya terkonsumsi habis. Saat gaji Anda naik menjadi 25 juta, ternyata semuanya habis juga. 

Ekspektasi gaya hidup Anda ternyata juga akan ikut naik sejalan dengan kenaikan penghasilan Anda. Saat pendapatan Rp 10 juta per bulan cukup naik City Car. Saat pendapatan menjadi Rp 50 juta per bulan merasa perlu naik sedan mewah. Itulah mengapa kebahagiaan seseorang itu bisa stagnan, meskipun pendapatan makin tinggi. 

Jadi, apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Agar lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berhenti? Di sinilah letak relevansi untuk memraktekkan gaya hidup yang bersahaja, sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.

Prinsip hedonic treadmill adalah more is better. Makin banyak materi yang Anda miliki makin bagus. Makin banyak properti dan mobil yang Anda beli, makin kaya.  Gaya hidup bersahaja punya prinsip yang berkebalikan: less is more, terasa keindahan dunia ini jika kita hidup sederhana. Kebahagiaan hakiki bukan terletak pada banyaknya harta, tetapi pada seberapa besar rasa syukur kita dalam menerima apapun materi atau harta yang ada. Rasa syukur melahirkan rasa berkecukupan (qona’ah). 

Nah, pemahaman ini seharusnya tidak sekadar dimengerti oleh para nasabah bank syariah. Justru para pegawai bank syariah harus memahami kapan si nasabah atau calon nasabah sudah masuk ke dalam jebakan hedonic treadmill ini. Fenomena masih besarnya pembiayaan bermasalah pada bank syariah (masih bertengger pada 4,16 persen, Desember 2016) bisa dikontribusi oleh pembiayaan konsumsi yang dikucurkan oleh bank syariah secara tidak bijaksana. 

Nasabah dipacu dan ditawari beragam pembiayaan (konsumtif) yang justru menjauhkan dirinya dari sikap Islami yang produktif. Dan produktivitas selalu berlawanan jalur dengan semangat para pengejar gaya hidup konsumtif.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). (QS. At-Takaatsur: 1-3).

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID