Publikasi

  • 16 Apr 2020

  • 0 Comments

  • SEF TALK

Halo, apa kabar rekan sekalian?⁣⁣
⁣⁣
SEF Talk merupakan wadah diskusi rutin yang diselenggarakan oleh SEF. Kali ini SEF Talk hadir bersama AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) dan mengajak kalian berdiskusi mengenai:⁣⁣

⁣⁣"Fintech: Kawan atau Lawan Riba?" 
Pemateri: Bapak Emil Dharma, S.E., Ak., M.Com. (Wakil Ketua Umum, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI))⁣⁣
Moderator: Saudara Mulyadi (Koordinator Pengembangan Sumber Daya Insani, KSEI SEF periode 2019/2020)⁣⁣
⁣⁣InsyaAllah, diskusi ini akan dilaksanakan pada:⁣⁣
- Hari, Tanggal: Sabtu, 18 April 2020 ⁣⁣
- Waktu: 19.30 s.d. 21.00 WIB⁣⁣
- Media Virtual: Zoom Cloud Meetings⁣⁣
⁣⁣GRATIS dan terbuka untuk UMUM dengan KUOTA TERBATAS, yuk simak keseruan diskusinya!⁣⁣
⁣⁣Link pendaftaran:⁣
sef.or.id/daftarseftalk2

  • 13 Apr 2020

  • 0 Comments

  • Artikel

Kepemimpinan seharusnya tidak dilihat sebagai fasilitas untuk menguasai, tetapi harus dimaknai sebagai suatu pengorbanan dan amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Kepemimpinan juga bukan merupakan hal kesewenang-wenangan untuk bertindak, tetapi kewenangan untuk melayani dan mengayomi dan berbuat dengan seadil-adilnya. Kepemimpinan adalah sebuah keteladanan dan kepeloporan dalam bertindak. Kepemimpinan semacam ini akan muncul jika dilandasi dengan semangat amanah, keikhlasan dan nilai-nilai keadilan.

Menjadi seorang leader bukan tentang ada berapa banyak orang yang berada disekeliling kita sehingga menimbulkan rasa kesendirian, tapi kesendirian hadir atas dasar pemikiran kita. Kadang yang kita rasakan sebagai pemimpin, banyak hal yang ada di kepala kita, banyak hal yang menjadi challenge dan membuat kita tidak terbuka dengan team. Seperti hal nya mengungkapkan, “apakah benar decision kita?”. Ketika kita tidak bisa menceritakannya ke orang lain dan merasa lonely, hanya saja lonely yang dirasakan bukan hanya tidak bisa bercerita kepada orang lain, tetapi selalu merasa ada yang kurang dan harus berada di tengah-tengah mengikuti trend. Maka diperlukan sebuah partnership untuk menjadi tempat sharing. Tetapi lonely bukan tentang tidak memiliki teman mengobrol, hanya saja tidak bisa menceritakan cerita secara penuh dan cenderung membatasi cerita, tergantung dengan siapa. Hal ini juga disebabkan karena rasa dituntut dan tanggung jawab yang dipikul seseorang, sehingga yang menimbulkan rasa kesendirian bagi seorang leader bisa jadi bukan keadaan, melainkan tuntutan.

Ambisi atau kemauan diri sendiri merupakan suatu challenge bagi seorang leader dan bisa menjadi pemicu stress bagi diri sendiri. Pengetahuan yang kurang, ditinggal oleh partner, pengalaman yang belum banyak, relasi yang masih sedikit, bahkan kesalahan sendiri merupakan tantangan bagi seorang leader. Hal yang perlu diperhatikan adalah kegagalan akan membuat kita belajar. Berkaca dari keterpurukan dan menyiapkan mental untuk segala hal yang akan terjadi di depan merupakan suatu kunci bagi seorang leader untuk bangkit. Selain itu jangan hanya berfokus pada satu hal, melainkan fokus dengan hal lain, agar memiliki cadangan apabila terjadi masalah pada hal yang sedang kita jalankan, hal ini akan menumbuhkan mindset “tidak takut”.

Entrepreneur dan investor, jangan sampai entrepreneurship membangun ego kita, the time we made person potentially partner, semua potentially partnership diletakkan di partner, hal ini akan membuat kita tidak merasa lonely atau sendiri dalam melakukan sesuatu. Seringkali entrepreneurship mengalami perpecahan karena ego yang dimiliki. Dalam hukum leadership Maxwell mengajarkan untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain atau dengan partner kita meskipun kita merupakan seorang leader. Dengan hal seperti itu, kita dapat mengenal orang-orang disekeliling kita, setidak nya kita dapat mengetahui masalah krusial dari partner kita yang dapat berdampak pada pekerjaan atau hal yang dapat menumbuhkan orang tersebut. Ketika partner kita mengalami suatu masalah, sudah saat nya bagi seorang leader untuk menjalin hubungan baik, atau dengan kata lain mengubah posisi dari seorang leader tapi menjadi teman yang nyaman dan juga support system untuk membantu mencari jalan keluar dengan partner tersebut. Kemudian emosi bukan merupakan solusi, melainkan harus objektif. Karena leadership merupakan hubungan dua arah antara pemimpin dan tim yang kita pimpin. Pada dasarnya, kesempatan tidak dapat dibangun berulang-ulang, banyak hal yang harus kita selesaikan secara objektif, tanpa emosi, jelas.

Menjadi leader harus mindful. Tidak setiap hal harus melalui proses yang cepat dan setiap hal tidak harus melalui proses seperti yang kita mau. Ada waktu bagi kita untuk terus berjalan, dan ada waktu bagi kita untuk berhenti sebentar atau berjalan pelan untuk melihat sesuatu yang lebih besar. Rasa ambisius mampu membuat mindful itu tidak ada. Karena akan membuat kita tidak tenang dengan segala pemikiran negatif. Berhenti memikirkan orang lain merupakan solusi. Mungkin kita melihat kehidupan orang lain yang lebih baik dari kita, tapi mungkin level stress yang dimiliki orang tersebut lebih dari kita, bisa jadi justru kehidupan kita lebih bahagia dibandingkan dengan mereka. Kita harus lebih bisa menikmati apa yang sudah kita perjuangkan selama ini. Memang rasa cepat puas tidak baik, akan tetapi terkadang manusia tidak mengetahui batas atau kapan saat nya untuk berhenti. Selama kita dikasih energi dan juga kemampuan dari Tuhan untuk terus berkarya, maka kita harus memaksimalkan hal tersebut. Tetapi, jika Tuhan tidak memberikan nikmat tersebut, sudah seharusnya bagi kita memiliki rasa legowo dalam menerima kekalahan tersebut dan terus mencoba. Jangan sampai pemikiran negatif mempengaruhi kita ketika kita mengalami kekalahan, karena pemikiran negatif akan menjadi beban untuk kita, terutama bagi seorang leader. Tidak selama nya bagi kita untuk kerja keras, ketika kita merasa cukup tenang, mengetahui kapan bagi kita untuk lari dan berhenti sejenak. Mindful adalah rasa syukur.

Rasa kesendirian hadir karena kita merasa orang disekitar kita tidak memahami kita, padahal kita harus lebih mengerti diri kita sendiri. Jadi, bagaimana untuk tidak merasa kesepian atau merasa sendiri, jawabannya bukan mencari teman, tetapi mencari diri kita sendiri. Kita harus mengevaluasi apa yang membuat kita merasa sendiri; apa yang dirasa kurang. Ketika kita membutuhkan orang lain untuk memberikan apresiasi atau pujian dan merasa bahwa hal-hal seperti itu yang akan memberikan semangat untuk kita menjalani hidup, kita harus mengubah pemikiran tersebut. Karena kenyataannya, kehidupan bukan hanya tentang kesuksesan maupun disanjung banyak orang. Seandai nya pemikiran pujian dan disanjung merupakan definisi sukses yang kita maksud, maka kita akan merasa tidak mendapatkan apa-apa. Maka, kita perlu untuk selalu mencari tahu kenapa kita merasa kesepian dan sendiri. Berusaha untuk mengetahui diri kita, menerima diri kita apa ada nya, mengetahui diri sendiri; dimana letak kelemahan maupun kelebihan kita, maka perasaan kesepian dan sendiri itu tidak akan muncul dalam diri kita. Loneliness juga hadir disebabkan perasaan yang tidak diterima, seperti orang tua tidak mendukung keputusan kita ataupun ketika orang lain tidak melihat value dari diri kita. Selain itu perasaan bahwa diri kita berbeda dari yang lain juga dapat menimbulkan rasa kesendirian. Terkadang karena perasaan berbeda ini lah yang membuat kita untuk selalu menunjukkan diri, padahal obat dari rasa kesendirian adalah damai dengan diri sendiri dan merasa berbeda bukan berarti aneh. Bisa jadi justru banyak orang yang justru menjadi seorang pemimpin karena dia berbeda dari lainnya.

Membuat pondasi hubungan baik antara seorang leader dan tim merupakan hal yang penting. Maka dengan begitu, orang mampu memahami bagaimana karakteristik dari leader tersebut. Bukan hanya mampu menerima kita, kita juga membutuhkan orang disekeliling kita atau tim untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. Seorang leadership harus objektif jangan sampai kita mudah memberikan respon yang buruk, terutama bila tim kita merupakan generasi milenial. Semua butuh proses, maka kita harus lebih bersabar dan memberikan pelajaran dan juga koreksi.

Wajar bagi seseorang untuk merasakan tekanan, hargai yang harus dibayar untuk menjadi seorang leader, bisa lebih stress, lebih banyak tekanan dan juga challenge daripada yang lain. Jadi kunci nya adalah pencarian pada mindful living bahwa menjadi mindful leader itu penting, karena apabila seorang leader memiliki mental yang negatif seperti insecure maka leader tersebut akan selalu merasa kurang dan tim juga akan merasakan stress yang akan buruk bagi kesehatan perusahaan. Selain itu selalu ingat perjalanan atau proses untuk tumbuh menjadi seorang leader, berusaha untuk menjalani hukum leadership yang benar. Dan agar tidak merasakan kesendirian lalu menumbuhkan leader-leader baru di dalam organisasi ataupun suatu perusahaan. Karena aset terpenting di dalam suatu perusahaan adalah seorang leader. Maka perusahaan dengan jumlah leader terbanyak dan kualitas yang baik pasti akan mendorong pertumbuhan yang lebih baik dan tidak akan menutup kemungkinan pelipatgandaan. Karena yang bisa merubah dunia adalah manusia as a leader.

Imam Al-Mawardi dalam Al-Ahkam Al-Sulthaniyah menjelaskan mengenai hukum dan tujuan menjalankan kepemimpinan. Beliau mengatakan bahwa menegakkan kepemimpinan merupakan suatu keharusan dalam  kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menurut pandangan Islam. Beliau juga mengatakan bahwa keberadaan pemimpin adalah sangat penting karena seorang pemimpin memiliki dua tujuan:

1. Likhilafati an-Nubuwwah fi-Harosati ad-Din, yakni sebagai pengganti misi kenabian untuk menjaga agama.

2.   Wa sissati ad Dunya, untuk memimpin atau mengatur urusan dunia.

Dengan kata lain, tujuan suatu kepemimpinan adalah untuk menciptakan rasa aman, keadilan, kemaslahatan, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, mengayomi rakyat, mengatur, dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Sumber: Inspigo.id

Penulis: Dian Ayu Safitri

  • 7 Apr 2020

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma bersama Islamic Economic Forum For Indonesia (ISEFID) pada hari Sabtu, 04 April 2020, menyelenggarakan SEF Talk with ISEFID dengan tema “Polemik Praktik Inklusi Keuangan Syariah: Sudahkah Sesuai Harapan?”. SEF Talk merupakan diskusi online yang dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom. Diskusi ini bertujuan untuk menemani rekan-rekan Mahasiswa yang sedang menjalani masa #dirumahaja di tengah mewabahnya pandemi COVID-19 agar keilmuwan Mahasiswa tetap ter-upgrade dan diisi dengan wawasan yang baru. Materi SEF Talk ini disampaikan oleh Bapak Jamil Abbas, B.Com., M.B.A. selaku Kepala Divisi Keuangan Inklusif Syariah, KNEKS dan dimoderatori oleh Saudara Zaki Ilhaam Muhammad selaku Ketua KSEI SEF Gunadarma 2019/2020. Sebelum penyampaian materi, Moderator terlebih dahulu memperkenalkan pembicara hebat dengan membacakan CV serta prestasi Pak Jamil Abbas. Selanjutnya moderator mempersilakan pembicara untuk menyampaikan materi.

Sebelum memulai materi, Bapak Jamil memperkenalkan sedikit gambaran dari KNEKS atau Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dimana KNEKS adalah sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Nama ini telah berubah dari KNKS pada Februari 2020 setelah keluarnya Perpres No. 28 Tahun 2020. KNEKS hadir untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo.

KEUANGAN INKLUSIF

Belum ada kesepakatan makna mengenai keuangan inklusif, namun terdapat kesamaan pada setiap konsepnya yaitu, keuangan inklusif adalah ketika setiap orang bisa mendapatkan akses keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu menurut World Bank, keuangan inklusif juga berperan sebagai key enabler untuk mendukung pengentasan kemiskinan. Ini bukanlah solusi dari kemiskinan, tetapi keuangan inklusif lebih merupakan pendukung. Tanpa keuangan inklusif ada beberapa dampak yang akan dirasakan diantaranya:

  1. Sulit menabung, jika masyarakat hanya pandai mengkonsumsi maka mereka tidak akan belajar untuk menjadi makmur.
  2. Sulit mendapat pembiayaan yang aman, mengingat saat ini banyak pilihan dalam pembiayaan maka tanpa keuangan inklusif, pembiayaan yang aman akan sulit terjaring.
  3. Sulit bertransaksi sehingga efeknya kepada sulitnya berbisnis, ekonomi Indonesia ditopang oleh 98% pelaku UMKM, apabila para UMKM ini tidak mendapat kemudahan transaksi, ini akan menghambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi kedepannya.

KEUANGAN INKLUSIF SYARIAH

Agama Islam mengajarkan bahwa dalam gerakan mendorong kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya dengan tujuan yang baik, tapi caranya juga harus baik. Jangan sampai tujuan mengentaskan kemiskinan menjadi bumerang dengan menggunakan cara yang tidak sesuai syariat, yaitu dengan melibatkan riba di dalamnya. Maka dari itu, keuangan inklusif syariah  merupakan ikhtiar agar semua orang dapat mengakses keuangan syariah dan mendapatkan manfaat darinya.

Selain tujuan sosial, keuangan inklusif syariah juga berkewajiban untuk membantu menghijrahkan masyarakat yang sudah memiliki akses keuangan namun konvensional menjadi syariah. Keuangan inklusif biasa bertujuan sosial semata, pelakunya akan selalu tampak mulia. Namun, keuangan inklusif syariah bukan bertujuan sosial saja tetapi juga merupakan sebuah persaingan bisnis yang sehat. Bagaimana cara agar masyarakat dapat percaya pada keuangan syariah juga adalah tujuan keuangan inklusif syariah.

Sebagai bangsa yang besar, tantangan Indonesia terletak pada besarnya populasi dan luasnya wilayah. Akses keuangan syariah masih belum mampu untuk mencakupi wilayah dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, keuangan inklusif syariah memiliki ikhtiar sebagai berikut:

  1. Masyarakat luas semakin mampu dan dapat menggunakan serta memanfaatkan layanan keuangan syariah dari lembaga keuangan syariah formal.
  2. Keuangan syariah formal semakin mampu dan dapat melayani masyarakat luas serta semakin mampu bersaing dengan lembaga keuangan konvensional.

Hal diatas didasari karena dari sisi masyarakat yang belum memahami lembaga keuangan syariah dan dari sisi lembaga keuangan syariah juga yang belum mampu atau dapat mengembangkan kuantitas dan kualitas lembaga syariah tersebut, karena terkait pertimbangan bisnis yang dirasa kurang menguntungkan. Disinilah KNEKS berperan, KNEKS hadir untuk menyatukan dua pihak yaitu masyarakat dan lembaga keuangan syariah formal agar mampu dan dapat berinteraksi untuk meningkatkan keuangan inklusif syariah.

Survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016 menyebutkan indeks inklusi keuangan syariah adalah 11,06%. Maka, target pada tahun 2024 indeks inklusi keuangan syariah akan mencapai 20%. Bagaimanakah caranya? Melalui penguatan stakeholder yaitu dua kelompok yang sudah disebutkan ditambah satu kelompok, total menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut:

  1. Lembaga keuangan syariah, seperti bank syariah, pegadaian syariah, BMT, dsb
  2. Masyarakat
  3. Lembaga pendukung, merupakan lembaga yang berpotensi dan dapat berdampak besar bagi keuangan inklusif syariah apabila dilibatkan seperti, pesantren, masjid, sekolah islam, dsb

Perjalanan keuangan syariah di Indonesia semenjak pendirian Bank Muamalat sudah berjalan selama 25 tahun hingga diadakannya Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan pada tahun 2016. Namun, indeks inklusi keuangan syariah hanya berada diangka 11% yang disebabkan oleh beberapa alasan, diantaranya:

  1. Belum terdapat lembaga keuangan formal syariah yang tersebar luas untuk seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, masyarakat memakai jasa lembaga keuangan konvensional yang sudah banyak tersebar.
  2. Lembaga  keuangan  konvensional tidak ada kaitannya dengan lembaga keuangan syariah untuk berkembang.
  3. Lembaga keuangan konvensional berdiri sendiri sehingga perbedaan kualitas dan kuantitas dengan lembaga keuangan syariah dapat semakin besar.

Lembaga keuangan syariah tidak bisa beroperasi sendiri, mereka harus saling melengkapi. Maka dari itu, KNEKS membentuk KoLaKS (Kolaborasi Layanan Keuangan Syariah) yang merupakan sebuah ajakan kepada seluruh stakeholders untuk berkolaborasi memberikan  layanan keuangan syariah. Saat ini, lembaga keuangan syariah masih kalah dari sisi kualitas dan kuantitas dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional, KoLaKS hadir untuk meningkatkan hal tersebut secara signifikan. Tujuan KoLaKS dalam jangka pendek adalah untuk meningkatkan keterlibatan kelompok ketiga dalam inklusi keuangan syariah.

Kelebihan dari lembaga keuangan syariah adalah harus hadir secara bersamaan untuk bisa saling menutupi kekurangan seperti konsep multiparty agar dapat bersaing dengan lembaga keuangan konvensional secara baik. KoLaKS adalah sinergi dan kolaborasi dengan kemitraan untuk mengurangi risiko dan mengoptimalkan keunggulan dari masing-masing lembaga keuangan syariah. Perlu diakui bahwa bank syariah sendiri belum didesain untuk masyarakat menengah kebawah sehingga tidak bisa  menjangkau masyarakat luas dengan biaya yang ter-cover. Selain itu, KoLaKS juga dapat mengatasi dan meningkatkan literasi keuangan syariah di kelompok ketiga.

Setelah berakhirnya sesi materi, moderator membuka diskusi dengan mempersilakan peserta untuk mengajukan pertanyaan.

SESI TANYA JAWAB

  • M. Faqih Arief (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Apa pendapat Bapak tentang korelasi antara religiusitas dengan inklusi keuangan syariah? Dengan diadakannya KoLaKS di pesantren dan dibuatnya ULKS pesantren, tidakkah ini akan merubah atmosfir pesantren tersebut menjadi bertujuan komersil?

Jawaban:

Religiusitas masih merupakan faktor utama dan berperan penting dalam memilih keuangan syariah, oleh karena itu, saat ini dakwah mengenai keuangan syariah bergerak lebih cepat dari pengembangan layanan keuangan syariah, jika kedua hal ini tidak bisa bergerak bersama, maka tujuan inklusi keuangan syariah akan sulit dicapai. Gerakan pesantren yang bersifat komersil bukanlah hal buruk. Karena konsep muamalah yang dijalankan juga salah satunya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Perlu digaris bawahi bahwa edukasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai ekonomi syariah tidak secara komersil. Bukan mengkomersilkan ilmunya tetapi membuat pesantren mampu berbisnis agar kesejahteraan dapat meningkat.

  • Abdul Latif (Institut Agama Islam Tazkia)

KNEKS optimis mengenai kenaikan indeks inklusi keuangan syariah, terkait konsep KoLaKS yang melibatkan pesantren, bagaimana konsep, strategi, dan langkah KNEKS untuk mewujudkan tujuan tersebut? Dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, industri keuangan syariah mengalami stagnasi, bagaimana pola gerak KNEKS saat ini?

Jawaban:

KNEKS adalah lembaga peningkat kolaborasi yang bertugas mengkoordinasikan, bukan eksekutor. Fungsinya lebih dominan untuk menyatukan dan merangkul pihak-pihak terkait agar dapat berkolaborasi, karena Indonesia telah memiliki stakeholder yang lengkap untuk berbagai fungsi dalam keuangan, namun karena kurangnya koordinasi kerjasama antara keduanya menjadi sulit. Disinilah KNEKS menjadi jalan tengah dan ditambah oleh kehadiran lembaga netral untuk memberikan kepercayaan antara kedua belah pihak sehingga dapat terhindar dari kesalahpahaman.

Langkah dari KNEKS saat ini adalah “menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan”. Dalam hal ini seperti membantu mempercepat kolaborasi lembaga keuangan dengan masyarakat, misalnya dalam hal ini ialah jalur distribusi berbasis online.

  • Rizal (International Islamic University of Malaysia)

Berapa persen kemungkinan pesantren dapat menerima KoLaKS? Mengingat banyak dari pesantren belum memiliki lembaga keuangan yang stabil serta minimnya edukasi tentang ekonomi syariah, dan apakah ada kriteria untuk pesantren seperti harus sudah memiliki BMT atau belum adanya BMT?

Jawaban:

Persentase tidak dapat dijawab secara pasti karena pelaksanaan kedepannya masih dikembangkan. Namun, faktanya lembaga keuangan dapat diterima di pesantren dan masyarakat sekitarnya tergantung dari kebaikan hatinya melalui donasi misalnya. Lembaga keuangan konvensional melihat ini sebagai kesempatan pula ketika lembaga keuangan konvensional mampu membangun sebuah masjid, maka lembaga keuangan syariah hanya mampu menyumbang kubahnya saja karena keterbatasan dana.

Maka, harus dilakukan bersama agar responnya lebih positif. Dalam hal ini, bukan hanya para senior yang harus turun tetapi para junior dapat menjadi promotor dan ikut berpartisipasi dalam inklusi keuangan syariah. Bagi pesantren yang baru dalam hal keuangan, dapat didirikan ULKS, sedangkan yang berpengalaman dapat langsung mendirikan BMT. Kesimpulannya, KoLaKS dapat disesuaikan dengan metode dan kemampuan dari pesantren itu sendiri.

  • Reita Fabiolyn (Universitas Gunadarma)

Apakah bank wakaf mikro ikut dilibatkan dalam ULKS dan apakah bank wakaf mikro ikut berperan dalam inklusi keuangan syariah?

Jawaban:

Bank wakaf mikro melayani pangsa pasar yang tidak dilirik keuangan umum. Kalau ini berdiri sendiri maka tidak akan cukup. Dapat dijadikan sebagai titik awal untuk menggunakan KoLaKS, dengan adanya lembaga lain untuk saling melengkapi, maka perkembangan akan dapat mengikuti, dengan jumlah bank wakaf mikro yang saat ini masih sangat sedikit maka dampaknya pada inklusi keuangan syariah masih terlalu dini untuk diukur.

  • M. Syamsul B. (Institut Agama Islam Tazkia)

Konsep dari inklusi keuangan syariah adalah perbaikan kualitas dan kuantitas, tapi saat ada kolaborasi, bagaimana bank syariah dapat menyelesaikan masalah tersebut saat ada persaingan atau overpowering antar bank syariah dalam kolaborasi tersebut?

Jawaban:

Konsep inklusi adalah untuk menyediakan layanan yang di sisi lain juga tetap disajikan secara komersil. Perbedaan konvensional dan syariah terletak pada konven yang hanya fokus pada keuntungan semata, sedangkan syariah menekankan jika keuntungan bisa didapat apabila masyarakat meningkat kesejahteraannya. Oleh karena itu, seharusnya lembaga keuangan syariah bergerak lebih proaktif. Mengenai kompetisi, ini merupakan pendorong inovasi dan prestasi untuk bersaing dalam pelayanan dengan memberikan produk atau jasa yang lebih baik bagi masyarakat yang bekerja sama.

  • Zaki Ilhaam Muhammad (Universitas Gunadarma)

Saat ini Indonesia menempati posisi pertama dalam perkembangan keuangan syariah, melihat hal ini seberapa mampu konsep KoLaKS terimplementasi disaat kita melihat sumber daya baik alam maupun manusia yang saat ini dimiliki Indonesia?

Jawaban:

Ini merupakan masalah klise, hal terpenting adalah keinginan atau minat karena untuk selanjutnya, SDM yang memiliki keinginan atau minat terhadap hal tersebut akan diberikan bimbingan sehingga nantinya akan menumbuhkan skill yang dibutuhkan. Menghindari mubadzir terhadap keinginan karena minimnya komunikasi antar masyarakat, sehingga masyarakat tidak mendapat kebermanfaatan dari adanya lembaga keuangan syariah tersebut.

Laporan: Ricka Annisa dan Wafa Luthfiyah Azzahra

  • 7 Apr 2020

  • 0 Comments

  • Artikel

Hallo Ekonom Rabbani!

Tahukah kalian kalau otak manusia dewasa itu membuat 30.000 keputusan tiap harinya. Tidak melakukan apapun mengenai isu tertentu, juga merupakan sebuah keputusan, dan hari ini, kita yang #dirumahaja pun telah membuat keputusan besar lho. Bahwa kita harus dirumah aja untuk membantu pemerintah menangani kasus penyebaran pandemi COVID-19.

Kali ini, materi luar biasa ini di dapat dari seorang narasumber wanita hebat di Indonesia, Najwa Shihab. Ia membahas tentang sebuah tema yang sangat berhubungan dengan aktivitas kita sehari-hari, dan akan selalu ada di kehidupan setiap manusia. Tema tersebut adalah Judgement and Decision Making. Judgement & decision making itu penting di semua karir. Bahkan bukan hanya karir, tetapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari mengambil keputusan baik kecil maupun besar, keputusan hari ini yang kemudian berpengaruh atau tidak berpengaruh. Jadi, kapan pun, dimana pun, dan siapapun anda itu adalah salah satu skill yang sangat penting.

Topik kali ini akan dirangkum menjadi 10 point utama:

1. Orang Sukses, Orang yang Mau Belajar

Apasih yang membuat orang berhasil? Kenapa seorang pemimpin begitu dicintai? Kenapa orang begitu punya ketabahan dan luar biasa dalam kekerasan hati untuk melakukan apapun yang tidak dilakukan. Dan kenapa ada orang-orang yang begitu cepat dilupakan bahkan ketika ia masih berada dan melakukan pekerjaannya?

Jawabannya adalah pertama, orang yang selalu mau belajar dan mau mendengarkan orang lain. Karena terlihat sekali mana orang yang tidak terbiasa dalam perbedaan pendapat dan ketika dikritik akan langsung melakukan defensif.

Orang yang berhasil kerap kali orang yang mau mendengarkan, selalu mau belajar, dan tahu bahwa ketidaktahuan dia seharusnya menjadi cara dia untuk mencari tahu. Yang kedua adalah orang yang punya toleransi tinggi sehingga selalu mencari persamaan ditengah perbedaan. Dunia semakin sensitif. Jadi dunia yang semakin sensitif membutuhkan kita yang justru bisa lebih dari bukan hanya belajar dalam menerima perbedaan, tetapi belajar untuk menjadi orang-orang yang toleran.

Sudahkah kamu mempunyai dua kualitas ini?

2. Life is an Endless String of Decisions

Setiap hidup memang selalu ada pilihan-pilihan keputusan penting yang perlu diambil dan membutuhkan proses yang panjang. It’s always decision after decision after decision!

3. Decision Making is Not Easy. It is an Art

The world of the information is changing so fast, if you are finish changing, you are finished. Hidup kita adalah konsekuensi dari keputusan yang kita ambil. Ketika kita menyadari konsekuensi dari sebuah keputusan besar ataupun kecil, pemahaman tentang apa yang ada dibalik proses pengambilan keputusan akan menjadi semakin nyata.

4. Preparing Your Biggest Decision

Saatnya mencoba petualangan baru dan mencari perspektif lain. Kalau kita tidak berubah maka kita akan ditinggal perubahan. Usia terlalu ringkas jika dilalui tanpa melakukan perubahan. Hidup terlalu biasa-biasa saja bila kita tidak melakukan terobosan.

What are we going? What do we want to see our self in the next ten years? In the next twenty years?

Dan apa yang harus kita lakukan untuk mencapai itu? So, prepare your biggest decision!

5. Head vs Heart

Terkadang keputusan yang akan diambil dipengaruhi oleh intuisi atau logika kita. Keputusan yang dikeluarkan harus tetap sesuai dengan rasa yang pas. What do we feel right? Dalam memilih untuk mendahulukan intuisi atau logika, itu semua kembali pada bagaimana kita terbiasa dalam mengambil keputusan-keputusan sebelumnya

6. Having an Option is a Luxury

Mempunyai pilihan adalah suatu kemewahan, suatu hal istimewa yang harus disyukuri. Ketika pilihan itu ada, dan kita bertanggung jawab dalam pilihan yang diambil, itu adalah kemewahan yang luar biasa. Kemewahan untuk bisa menentukan apa yang menurut kita akan menjadi yang terbaik.

7. Information Matters, They Influence Your Decision

Dengan memadukan data dari berbagai sumber, menelusuri sebab akibat, kecenderungan, dan keterkaitan dari berbagai pihak, Najwa Shihab ingin semua penontonnya bisa membuat keputusan dengan cara menerjemahkan informasi yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga bisa membuat keputusan yang tepat.

8. Fast Decision = Fast Thingking

Optimalkan informasi yang dimiliki, dan melibatkan orang lain untuk membantu menganalisa pilihan yang kita punya. Otot skill decision making juga harus terus dilatih agar terbiasa mengambil keputusan di dalam situasi yang mendesak.

Remember this: “You have to be different, don’t blend in others.”

9. Maintaining Objectivity

Dalam pengambilan keputusan, penting agar kita tidak terpengaruh oleh hal-hal bias, asumsi, atau persepsi. Karena keputusan yang terbentuk atas hal-hal tersebut bisa membuat keputusan yang kita ambil jadi salah kaprah. Kuncinya adalah tetap profesional dan objektif. Tetapkan tujuan akhir, sehingga kita bisa fokus terhadap hasil yang diinginkan.

10. Strengthen Your Decision Making Muscle

Ketika 9 poin di atas sudah kita lakukan, maka poin terakhir adalah kuatkan otot-otot pengambilan keputusan kita. Semua perlu dilatih. Semua orang yang sukses pasti mempunyai skill mengambil keputusan yang tinggi, mereka juga siap untuk mempertanggungjawabkan keputusan tersebut dan berkomitmen penuh dalam melaksanakan keputusan yang diambil.

Step dalam proses pengambilan keputusan ternyata mudah. Pertama adalah ketahui masalahnya, selanjutnya adalah tentukan tujuan akhir lalu kumpulkan dan terjemahkan informasi, pertimbangkan berbagai pilihan, kemudian mulai memutuskan.

Mau kan kalian para ekonom rabbani bisa sukses seperti Najwa Shihab? Yuk kita coba aplikasikan decision making skill di keseharian!

Akhir kata dari saya, remember this good people: If you spend your money in your head, no one can take it away from you!

Sumber: Inspigo.id

Penulis: Nadya Salsabila Haqqoni

 

 

  • 6 Apr 2020

  • 0 Comments

  • SEF Cepat Tanggap

Alhamdullilah, SEF pada tanggal 01 April 2020 telah menyalurkan seluruh donasi sosial yang terkumpul dari para Donatur kepada Human Initiative untuk membantu para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan COVID-19.

Jazaakumullahu khayran kepada seluruh Donatur yang sudah memberikan sebagian rezekinya dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp4.450.000,- 

Semoga dana yang disalurkan dapat bermanfaat untuk tindakan pencegahan COVID-19 dan menjadi amal jariyah bagi kita semua, serta Allah Subhanahu Wa Ta'ala gantikan dengan kebaikan berlipat ganda. Aamiin Allahuma Aamiin.

  • 5 Apr 2020

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sabtu, 29 Februari 2020 Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma telah menyelenggarakan program sosial yaitu SEF Class of Inspiration  Batch 5 dan SEF Goes to Village. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tahunan dari Kementerian Sosial KSEI SEF Universitas Gunadarma. Pada tahun ini Kementerian Sosial berhasil melaksanakan agenda di Desa Ciuyah, Cirebon, Jawa Barat.  

SEF Class of Inspiration Batch 5 kali ini diadakan di SD Negeri 2 Ciuyah, Cirebon. Tujuan diadakannya SEF Class of Inspiration adalah untuk memberikan pengetahuan dan gambaran profesi sejak dini terhadap adik-adik Sekolah Dasar dengan harapan kedepannya mereka dapat termotivasi dan memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi  sehingga bisa mencapai cita-cita dan profesi yang diinginkan. Kegiatan ini dihadiri oleh 200 siswa Sekolah Dasar Negeri Ciuyah 2 dan enam inspirator dengan berbagai profesi yang dibawakan,  diantaranya sebagai Pegawai Swasta, Guru, Pengusaha, Koki, dan Traveller. Rangkaian acara meliputi opening ceremony dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Sekolah serta Koordinator Kementerian Sosial, Saudara Nanang Yuwiranto. Setelah itu dimulailah pengenalan dunia profesi kepada adik-adik Sekolah Dasar 2 Ciuyah dengan memasuki setiap kelas mereka secara bergantian di setipa profesinya. Closing Ceremony dilakukan dengan menempelkan kertas kecil berisi tulisan cita-cita mereka pada spanduk yang sudah disiapkan dengan harapan cita-cita tersebut dapat mereka ingat sehingga menumbuhkan rasa semangat untuk menggapai cita-cita tersebut.

Selanjutnya masuk kedalam rangakaian acara SEF Goes to Village, yaitu kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bekerja sama dengan HMP UI (Himpunan Mahasiswa Keperawatan) Universitas Indonesia. Tujuan dari kegiatan SEF Goes to Village yaitu untuk mengajarkan rasa saling peduli sesama, mewujudkan rasa cinta kasih, dan saling tolong-menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Dalam kegiatan SEF Goes to Village mahasisiwa mendapatkan banyak hikmah dan pelajaran terutama pada lingkungan sosial masyarakat bahwa sebagaimana kita manusia memiliki kewajiban untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Selain itu Kementerian Sosial melakukan agenda sosialisasi kepada masyarakat mengenai Ekonomi Syariah secara mendasar. Harapannya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap Ekonomi Syariah baik berupa transaksi dalam kehidupan sehari-hari mereka sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Acara ini diikuti kurang lebih 100 warga Desa Kecamatan Ciuyah dengan rangkaian acaranya meliputi Sosialisasi Ekonomi Syariah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat) dan pembagian sembako yang kami himpun dari donasi para donatur Sharia Economic Forum. Opening Ceremony diisi oleh sambutan ketua pelaksana oleh saudara Muhammad Irfan Zikrullah, setelah itu dimulai Sosialisasi terkait Ekonomi Syariah yang disampaikan oleh saudara Taufik Ikhsan Muchlysin (Koordinator Kementerian Media Komunikasi dan Informasi 2019/2020) dan Penyuluhan Kesehatan. Closing Ceremony dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis warga Desa Ciuyah. Setelah periksa kesehatan, masyarakat menukarkan kupon sembako yang sebelumnya dibagikan oleh Panitia.

Diharapkan dengan adanya agenda ini yaitu SEF Class of Inspiration dan SEF Goes to Village, mampu membentuk kepribadian dan karakter pemuda khususnya pengurus Sharia Economic Forum menjadi pemuda dengan jiwa sosial yang tinggi sehingga bisa lebih peka terhadap kondisi yang terjadi dan berkembang di masyarakat. Karena dengan mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan rutin bertemu secara langsung dengan masyarakat akan membuat kita menjadi sosok manusia yang benar-benar memahami kondisi serta perilaku masyarakat.

Report: Aulia Maulitda dan Muhammad Irfan Zikrullah.

 

  • 2 Apr 2020

  • 0 Comments

  • SEF TALK

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo apa kabar rekan sekalian? Ada hal menarik lho untuk menemani kalian yang lagi #dirumahaja.

SEF Talk hadir bersama ISEFID dan mengajak kalian berdiskusi mengenai:"

Polemik Praktik Inklusi Keuangan Syariah: Sudahkah Sesuai Harapan?"

SEF Talk kali ini akan dihadiri oleh Bapak Jamil Abbas, B.Com., M.B.A. Kepala Divisi Keuangan Inklusif Syariah, KNEKS selaku pembicara dan akan dimoderatori oleh Saudara Zaki Ilhaam Muhammad selaku Ketua KSEI SEF Gunadarma periode 2019/2020.

IInsyaAllah, akan dilaksanakan pada:

- Hari, Tanggal: Sabtu, 04 April 2020
- Waktu: 19.30 s.d. 21.00 WIB
- Media Virtual: Zoom

GRATIS dan terbuka untuk UMUM dengan KUOTA TERBATAS, yuk simak keseruan diskusinya!

Link pendaftaran:
sef.or.id/daftarseftalk1

Narahubung:
0813-2620-1000 (Rezaldi)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 30 Mar 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

JAKARTA -- Dompet Dhuafa terus menggalang wakaf untuk mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Penggalangan wakaf juga Dompet Dhuafa lakukan bersama berbagai instansi, termasuk dengan menggandeng Forum Silahturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).

General Manager Wakaf Dompet Dhuafa Bobby Manullang menjelaskan, sinergi ini diharapkan dapat membuat penghimpunan wakaf semakin lancar. Nilai penghimpunan wakaf bersama FoSSEI masih kisaran jutaan rupiah. 

"Kita lihat Fossei segmentasinya mahasiswa, jadi lebih ditekankan nominal yang terjangkau," kata Bobby saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (29/3).

Dompet Dhuafa membiarkan dinamika wakaf berbasis muwakif individu di FoSSEI. Jumlah yang terkumpul bersama Fossei juga akan Dompet Dhuafa komunikasikan kepada pengurus Fossei. "Nanti dananya mau dibelikan satu ventilator atau bagaimana," ungkap Bobby.

Kerja sama tersebut akan berjalan sesuai waktu penetapan gawat darurat virus corona oleh pemerintah. "Kan sampai Mei, tapi kalau diperpanjang ya nanti kita bicarakan lagi," ujar Bobby.

Secara keseluruhan, program wakaf penanganan Covid-19 ini difokuskan pada tiga hal yakni pembangunan Rumah Sakit (RS) darurat, alat kesehatan, serta ventilator. Sementara, dana dari zakat, infak, dan sedekah Dompet Dhuafa difokuskan pada pelayanana medis. Sejak program wakaf ini dimulai pada sekitar 10 Maret lalu, sudah hampir Rp 1 miliar dana wakaf terkumpul.

Sumber: Republika.co.id

  • 18 Mar 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

[INFO GSENT 2020]

Dengan segala hormat, Kami selaku panitia Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh partisipan bahwa pelaksanaan GSENT 2020 ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. .
Penundaan dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, berikut kami lampirkan Surat Edaran mengenai penundaan pelaksanaan GSENT 2020:
sef.or.id/suratedarangsent

Dimohon kepada seluruh partisipan GSENT untuk membaca dan menerapkan anjuran yang tertera dalam Surat Edaran tersebut.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan saudara/i. Atas perhatian dan pengertiannya kami mengucapkan terima kasih. Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan acara ini akan diberitahukan melalui akun Instagram official @gsent_sef@ksei_sef dan website gsent.shariaeconomicforum.org.

  • 23 Feb 2020

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

[UNDANGAN TERBUKA]

Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mencatat pada semester 1 tahun 2019 tingkat kemiskinan mencapai 9,41 persen. Angka ini lebih rendah sebanyak 0,41 persen dibandingkan tingkat kemiskinan pada tahun 2018 di semester yang sama.

Meski angka kemiskinan di Indonesia berkurang dari tahun ke tahun, namun jurang kesenjangan masih tetap ada dan semakin melebar. Persoalan ini menjadi tugas kita bersama yang wajib untuk diselesaikan.

Ekonomi Syariah lahir sebagai sistem yang humanis, peduli terhadap masalah kemiskinan dan kesenjangan. Kewajiban terhadap sesama manusia terkukuhkan dalam zakat dan wakaf. Kedua instrumen tersebut merupakan lokomotif penting dalam pergerakan ekonomi syariah yang mampu menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan,

DISKUSI EKONOMI SYARIAH

"Zakat dan Wakaf"

Diskusi Ekonomi Syariah (DES) merupakan wadah untuk berdiskusi yang tepat dalam menambah wawasan seputar Ekonomi Syariah yang meliputi 2 rangkaian diskusi.

InsyaAllah, diselenggarakan pada:

- Hari, Tanggal: Sabtu, 07 Maret 2020

- Waktu: 08.30 s.d. 16.00 WIB

- Tempat: Ruang D461, Universitas Gunadarma Kampus D, Jl. Margonda Raya No. 100, Depok, Jawa Barat

- Sesi 1 | 08.30 s.d. 12.00 WIB

"Zakat"

- Sesi 2 | 12.30 s.d. 16.00 WIB

"Wakaf"

Fasilitas: E-Sertifikat, E-Modul dan Snack

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM dengan KUOTA TERBATAS!!!

Yuk segera!

Tunggu apa lagi? Dapatkan wawasan yang lebih luas bersama kami dan daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/des2

Narahubung:

- Laki-Laki 0859-2141-3060

- Perempuan 0859-4132-4054

© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA