Sharia Economic Forum yang sering dikenal dengan SEF, merupakan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Seiring bertumbuh kembangnya SEF sebagai penggiat Ekonomi Islam yang kian beranjak dewasa, SEF melalui sumber daya insani yang berkarakter tangguh, kreatif, serta ikhlas dan profesional. SEF selalu berupaya optimal untuk menghasilkan program-program berkualitas unggulan, inovatif, serta bermanfa’at untuk agama, bangsa, negara dan demi dunia yang lebih baik.

  • 7 Sep 2020

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. 

Berikut nama-nama Calon Pengurus Muda yang dinyatakan lolos Tahap Wawancara 2, Open Recruitment Sharia Economic Forum (SEF) 2020/2021.

Keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Barakallahulakum kepada:
1.    Abdul Imron (1EB13) 
2.    Ahmad Muzaki (1IB01) 
3.    Ahmad Zikry Fadillah (1EB07) 
4.    Allysa Fatma Indriani (1EB03) 
5.    Amalia Anjani (1EC01) 
6.    Andena Putri Maulida (1PA22) 
7.    Andiena Cassy Candrakirana (1DD02) 
8.    Andini Dwi Julianti (2EB03) 
9.    Annisa (1SC01) 
10.    Asih Karsinih (1EC01) 
11.    Aurelia Zahra Salsabila (1EB03) 
12.    Desti Putri Afifah (1EB15) 
13.    Dzikrina Nuril Imani (1EB09) 
14.    Fida Hanifah (1EC01) 
15.    Hafidz Habibullah (1EB10) 
16.    Hasna Basalma Alayda (1EA20) 
17.    Ilyas Ibnu Thoriq (1EC01) 
18.    Nabila Putri Karinda (1EB06) 
19.    Putri Oktavia Rusadi (1EC01) 
20.    Riefqi Azhar Alman Faluthi (1TB05) 
21.    Rizki Dinda Amelia (2SC01) 

Selamat bergabung menjadi keluarga besar Sharia Economic Forum (SEF). Semoga nama-nama yang terpilih dapat istiqomah dalam kebaikan dan memegang teguh karakter Ikhlas dan Profesional, Aamiin Allahumma Aamiin.

Kami ucapkan Jazakumullahu Khairan kepada seluruh Peserta yang sudah mengikuti Open Recruitment Sharia Economic Forum (SEF) 2020/2021. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 28 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar
  • 15 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar
  • 12 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Pertumbuhan investor syariah terus menunjukkan hasil yang signifikan. Sejak Sharia Online Trading System (SOTS) diluncurkan tahun 2011, jumlah investor syariah meningkat hingga 515 persen.

Kepala Divisi Pengembangan Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh menunjukkan jumlah investor syariah per Juni 2020 mencapai 75.570 dengan pangsa 6,1 persen. Jumlah tersebut naik dari 68.599 investor pada akhir 2019.

"Jumlah investor syariah telah meningkat 515 persen dalam empat tahun terakhir," katanya kepada Republika.co.id, Senin (10/8).

Jumlah saham syariah juga naik dan mulai menjadi pilihan. Per Juni 2020, ada 22 saham syariah baru yang merupakan 79 persen dari total perusahaan tercatat baru dalam setengah tahun 2020 ini. Sementara total saham syariah berjumlah 448 saham dari 692 saham atau mencapai pangsa 65 persen.

Dari sisi kapitalisasi pasar, nilai saham syariah selalu lebih tinggi daripada saham nonsyariah. Per Juni 2020, nilai kapitalisasi saham syariah mencapai Rp 2.906 triliun atau mencapai pangsa 51 persen dari total kapitalisasi market sebesar Rp 5.678 triliun.

Jumlah investor ritel di pasar modal secara umum juga mengalami peningkatan signifikan. Dari total 3,02 juta investor, sebanyak satu persen adalah investor institusi dan sisanya ritel atau individu.

Terjadi peningkatan signifikan penambahan investor di masa pandemi menjadi di atas 20 ribu investor per bulan. Padahal biasanya di bawah itu. Profil usia investor pun sebanyak 46,14 persen berusia di bawah 30 tahun dan 70,77 persen di bawah 40 tahun.

Sumber: Republika.co.id

  • 7 Sep 2020

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. 

Berikut nama-nama Calon Pengurus Muda yang dinyatakan lolos Tahap Wawancara 2, Open Recruitment Sharia Economic Forum (SEF) 2020/2021.

Keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Barakallahulakum kepada:
1.    Abdul Imron (1EB13) 
2.    Ahmad Muzaki (1IB01) 
3.    Ahmad Zikry Fadillah (1EB07) 
4.    Allysa Fatma Indriani (1EB03) 
5.    Amalia Anjani (1EC01) 
6.    Andena Putri Maulida (1PA22) 
7.    Andiena Cassy Candrakirana (1DD02) 
8.    Andini Dwi Julianti (2EB03) 
9.    Annisa (1SC01) 
10.    Asih Karsinih (1EC01) 
11.    Aurelia Zahra Salsabila (1EB03) 
12.    Desti Putri Afifah (1EB15) 
13.    Dzikrina Nuril Imani (1EB09) 
14.    Fida Hanifah (1EC01) 
15.    Hafidz Habibullah (1EB10) 
16.    Hasna Basalma Alayda (1EA20) 
17.    Ilyas Ibnu Thoriq (1EC01) 
18.    Nabila Putri Karinda (1EB06) 
19.    Putri Oktavia Rusadi (1EC01) 
20.    Riefqi Azhar Alman Faluthi (1TB05) 
21.    Rizki Dinda Amelia (2SC01) 

Selamat bergabung menjadi keluarga besar Sharia Economic Forum (SEF). Semoga nama-nama yang terpilih dapat istiqomah dalam kebaikan dan memegang teguh karakter Ikhlas dan Profesional, Aamiin Allahumma Aamiin.

Kami ucapkan Jazakumullahu Khairan kepada seluruh Peserta yang sudah mengikuti Open Recruitment Sharia Economic Forum (SEF) 2020/2021. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 28 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai masih diperlukan kerja keras untuk terus mengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Tanah Air. Sebab, meski Indonesia berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, indeks inklusi keuangan syariah secara nasional maupun literasi keuangan syariah nasional menunjukan angka yang rendah.

"Tingkat literasi keuangan syariah nasional menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, baru mencapai 8,9 persen sedangkan Indeks Inklusi Keuangan Syariah Nasional adalah 9,1 persen," kata Ma'ruf dalam acara perayaan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah diikuti nota kesepahaman layanan syariah LinkAja melalui virtual, Selasa (25/8).

Ma'ruf mengatakan, indeks inklusi yang masih rendah ini mendorong perlunya perluasan layanan keuangan syariah. Khususnya menggunakan basis tekonologi digital kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Utamanya kepada mereka yang sama sekali belum terhubung dengan sistem keuangan formal," ujar Ma'ruf.

Sebab, masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbiasa bertransaksi secara digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk dengan uang elektronik. Karena itu, ia menilai, perlu dilakukan penguatan usaha-usaha syariah melalui penguatan ekosistem ekonomi digital dalam upaya mempercepat pertumbuhan aset keuangan syariah di Indonesia.

Ia pun berharap, peluang ini dapat dimanfaatkan oleh layanan syariah, salah satunya LinkAja.

"Saya harapkan layanan Syariah LinkAja dapat meghadirkan inovasi dan terobosan layanan yang dapat mendukung ekosistem Ekonomi Syariah secara luas termasuk industri halal," katanya.

Ma'ruf mengatakan, layanan Syariah LinkAja harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik. Ia meyakini integrasi marketplace yang lebih masif dapat menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman.

"Semoga sinergi yang dibangun ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh pemangku kepentingan agar digitalisasi dapat meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus meningkatkan inklusi ekonomi dan keuangan Syariah," kata Ma'ruf.

Sumber: republika.co.id

  • 15 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut upaya hilirisasi bahan mentah yang sedang 'digalakkan' oleh pemerintah akan memberikan beberapa manfaat bagi ekonomi domestik. Salah satunya memperbaiki defisit transaksi berjalana (current account deficit/CAD).

Jokowi mencontohkan beberapa upaya hilirisasi bahan mentah yang dilakukan ialah biji nikel yang diolah menjadi ferro nikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan bahan utama untuk baterai lithium.

Selain itu, batu bara diolah menjadi methanol dan gas. Beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi sekaligus penggerak industri petrokimia untuk memasok produk hilir bernilai tambah.

PT Pertamina (Persero), lanjut dia, berhasil menciptakan katalis untuk membuat D100. Ia menjelaskan D100 ialah bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari kelapa sawit. Saat ini, produksi D100 sedang diuji coba di dua kilang."Tahun 2019 kami juga sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B20. Tahun ini kami mulai dengan B30, sehingga kami mampu menekan nilai impor minyak kami pada 2019," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR, Jumat (14/8).

"Ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu barel per hari," terang Jokowi.

Ia bilang manfaat dari hilirisasi ini bukan hanya akan memperbaiki defisit transaksi berjalan, tapi juga meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi dominasi energi fosil.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$3,9 miliar (1,4 persen dari PDB) pada kuartal I 2020. Angka itu jauh lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang mencapai US$8,1 miliar (2,8 persen dari PDB)."Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan," jelas Jokowi.

Sementara, Indonesia juga sedang membangun pabrik untuk memproduksi mobil dan baterai mobil listrik. Pembangunan itu khususnya dilakukan oleh Hyundai Motor Company di kawasan industri Deltamas, Bekasi.

Sember: cnnindonesia.com

  • 12 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Pertumbuhan investor syariah terus menunjukkan hasil yang signifikan. Sejak Sharia Online Trading System (SOTS) diluncurkan tahun 2011, jumlah investor syariah meningkat hingga 515 persen.

Kepala Divisi Pengembangan Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh menunjukkan jumlah investor syariah per Juni 2020 mencapai 75.570 dengan pangsa 6,1 persen. Jumlah tersebut naik dari 68.599 investor pada akhir 2019.

"Jumlah investor syariah telah meningkat 515 persen dalam empat tahun terakhir," katanya kepada Republika.co.id, Senin (10/8).

Jumlah saham syariah juga naik dan mulai menjadi pilihan. Per Juni 2020, ada 22 saham syariah baru yang merupakan 79 persen dari total perusahaan tercatat baru dalam setengah tahun 2020 ini. Sementara total saham syariah berjumlah 448 saham dari 692 saham atau mencapai pangsa 65 persen.

Dari sisi kapitalisasi pasar, nilai saham syariah selalu lebih tinggi daripada saham nonsyariah. Per Juni 2020, nilai kapitalisasi saham syariah mencapai Rp 2.906 triliun atau mencapai pangsa 51 persen dari total kapitalisasi market sebesar Rp 5.678 triliun.

Jumlah investor ritel di pasar modal secara umum juga mengalami peningkatan signifikan. Dari total 3,02 juta investor, sebanyak satu persen adalah investor institusi dan sisanya ritel atau individu.

Terjadi peningkatan signifikan penambahan investor di masa pandemi menjadi di atas 20 ribu investor per bulan. Padahal biasanya di bawah itu. Profil usia investor pun sebanyak 46,14 persen berusia di bawah 30 tahun dan 70,77 persen di bawah 40 tahun.

Sumber: Republika.co.id

Office

Jl. Kampung Gedong, RT 1/RW 4, Kemiri Muka, Beji, Depok – Indonesia

Phone

+62 857 157 14 157

Connected with Us!